Bab 51 Luapan Tangis

1539 Words

Arta Danuarta murka, semurka-murkanya. Saat Malika sampaikan ingin menikahi Aris kembali, beliau menggebrak meja hingga benda datar tipis berbahan kaca itu pecah terberai sungguhan. Lili, istrinya dengan panik dan cepat berlari mengambil kotak obat. Ia sampai tak ingat ada pelayann yang bisa disuruh melakukan hal remeh itu. Darah segar bercucuran dari kepalan tangan Arta, tetapi dia seolah tak merasa apa pun selain menatap garang putrinya. “Kamu gila Malika!” “Aris lebih gila lagi,” sahut Malika berani. “Tidak! Jawabanku tetap tidak! Terserah kalian akan bagaimana, aku tidak akan menikahkan kamu dengan muhallil atau apa pun itu, apalagi setelahnya menikahkanmu dengan Aris!” “Dengan Almas?” tanya Malika santai. Arta tertegun. Tak sampai ke mana pun otaknya berpikir diulah oleh putriny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD