charming 17

483 Words
Dika POV Aku nggak nyangka bisa bertemu dengan gadis cantik dan sederhana ini. Meskipun kesan pertama kita kurang baik. Tapi aku berharap bisa bertemu dia lagi. Tapi bagaimana caranya?. Aku harus memikirkan suatu cara. "ok kamu bisa pergi. Tapi sebagai jaminan kamu tidak kabur, berikan KTP mu. Dan ini kartu nama saya. Saya tunggu iktikad baiknya." " lhoh kok gitu?" " atau kamu maunya saya bawa kamu Langsung ke bengkel?" " ah nggak perlu pak. Baik ini KTP saya. Dan besok saya akan menemui bapak." " saya tunggu saat jam kerja" " AHN DIKA LIM, Seol up resto?" " saya bekerja di sana." " baik pak saya akan datang ke sana. Dan maaf, saya harus pergi dulu." " silahkan." Akhirnya aku bisa bertemu dengan dia lagi. Semoga dia tidak marah nantinya saat tahu aku ingin mengenal dia lebih. ................... Pagi ini di rumah sakit , para dokter dan perawat sedang sibuk memeriksa pasien. Begitu juga dengan Dewa dan Elrina. Dewa adalah dokter bedah sedangkan Elrina adalah dokter spesialis anak. Meskipun mereka beda departemen, mereka selalu meluangkan waktu bersama saat jam istirahat. " El, yuk ke kantin. udah siang . cacing perut ku udah meronta-ronta." ajak Dewa. " cie... cie.. yang lagi kangen kangennan, mau nya berduaan terus. emang bener ya, kalau orang yang lagi kasmaran, dunia ini memang milik berdua, yang lainnya ngontrak. hehehe." ucap suster nur menggoda " apaan sih sus?" jawab El malu malu. " Suter juga mau ikut?" ucap Dewa " nggak ah, dari pada jadi obat nyamuk, mending aku makan sama temen temen aja. selamat bermesraan ya." ucap suster nur dengan kerlingan menggoda. Dewa dan El langsung memesan makanan. merka mengobrol dan masih saling melepaskan rindu. " Dewa, nanti aku mau pulang awal. aku maw menyelesaikan masalah kecelakaan kemarin. kamu bisa antar aku nggak? pinta El " maaf banget sayang, aku nggak bisa. Nanti sore aku masih ada dua operasi besar ." " kamu kan baru aja kembali,masa harus sibuk operasi?" " kan memang rumah sakit kekurangan dokter bedah. Dua orang sedang cuti menikah dan dokter Edwin kemarin kecelakaan, jadi jadwal operasi aku yang handle." " huft.." kamu nggak apa-apa kan kesana sendiri? pokoknya aku percaya sama kamu." " heem.. aku nggak apa-apa. emmm...Wa, besok malam Minggu, kamu mau keluar makan malam nggak?" "Boleh, kebetulan aku juga nggak sibuk. Aku jemput kamu ya." " eemm... mending kita langsung ketemu di restoran aja. masih ingat kan restoran favorit kita?" " ok. tapi kamu nggak apa-apa berangkat sendiri? kalau aku jemput kamu,aku kan bisa sekalian nyapa mama papa mu." " oh itu.... emmmm aku Sabtu pagi ke rumah saudara ku. Rumahnya nggak jauh kok dari restoran." jawab El gugup El tidak mau kalau Dewa tahu rencana pernikahan nya dengan Arjuna dari orang lain. Bagaimana pun caranya, El sendiri yang akan memberi tahu Dewa. Setidaknya Dewa akan mendapatkan jawaban yang jelas dan El akan mampu melepaskan Dewa. Meskipun dia tahu itu sulit.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD