charming 23

279 Words
Arjuna berpikir keras bagaimana cara dia bisa bertemu dengan Elrina Dia harus memiliki alasan yang tepat agar El mau keluar dengan nya. Karena sejak pertemuan tidak sengaja di restoran Tempo hari, Arjuna merasa tidak enak karena cemburu yang berlebihan Padahal status mereka belum sah suami istri. Arjuna tidak berhak mengekang privasi Elrina. Dia mengangkat handphone nya bermaksud untuk mengirim pesan w******p. Namun dia urungkan. Dia memandangi lagi handphone nya. Tangan nya mulai mengetik pesan. me : assalamualaikum El, lagi apa? pesan yang dia kirim hanya bertanda centang dua. Hampir setengah jam dia menunggu pesan dibaca. 'drrt.....drtt.....drtt' tiba-tiba handphone nya bergetar. Layarnya menampilkan nama Elrina. Elrina : wa'alaikum salam. lagi istirahat. kenapa? me : sudah tahu tanggal akad dan resepsi nya? elrina : sudah... barusan papa ngasih tahu. me : mau cari EO bareng? sekalian jalan-jalan elrina : maaf,,, aku masih berat. Apalagi milih EO. Aku ikut selera kamu aja. me : aku ngerti, aku juga nggak akan maksa kamu milih EO. Tapi setidaknya kita bisa makan malam bersama. Elrina : maaf,, besok malam aku ada janji. me : terus,, kapan kamu punya waktu luang? Elrina : aku masih belum tahu. me : baiklah..... selamat istirahat. semoga tidur mu nyenyak. aku sayang kamu. elrina : terima kasih. selamat malam Arjuna sedikit kecewa dengan balasan chat dari Elrina. Dia berfikir, apakah sebegitu beratnya bagi El menjalani perjodohan ini? sangat berbanding terbalik dengan Arjuna. Di tempat lain Elrina juga merasa bersalah. Dia tidak dapat menjawab banyak. Dia belum bisa melepas Dewa. Dia juga tidak bisa mengecewakan orang tuanya. Dia belum siap untuk mencintai Arjuna. Terkadang terbelesit di benaknya satu pertanyaan. ' apa yang sebenarnya terjadi, hingga dia harus menjalani hidup seperti ini?'
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD