" maaf..." kata itu terucap lagi oleh Diana " kami putus asa. kami tidak tahu harus bagaimana. Rumah sakit adalah kepercayaan kakekmu. Dan kamu adalah putri kesayangan kami satu satunya." Diana terlihat frustasi menceritakan ini. " Kami memutuskan untuk menyetujui nya. Kami pikir seiring berjalannya waktu, mereka akan lupa dengan perjanjian ini. Tapi ternyata mereka mengetahui kalau Arjuna sangat menyukai mu. Dan Mert pun menagih janji itu. Maafkan kami sayang." Mereka saling berpelukan.Mencoba saling memahami. " mama dan papa tidak salah. Jika aku di posisi mama, aku pun akan mengambil keputusan yang sama. Maaf membuat mama khawatir." ucap Elrina. Yusuf yang sedari tadi ikut mendengarkan pembicaraan ibu dan anak itu masuk dan memeluk mereka berdua. " terima kasih sudah mengerti pos

