charming 19

377 Words
" maaf, saya tidak bermaksud membuat kamu marah." ucap Dika " bisa bapak berikan kunci mobil bapak?" ucap El " untuk apa?" tanya Dika " ya... mau di benerin itu bamper mobilnya." jawab El " Bagaimana saya bisa percaya sama kamu? kalau nanti mobil saya kamu bawa kabur gimana?" " idih.... ngapain juga. maaf pak, kalau cuma mobil saya udah punya sendiri. lagian, kalau saya tidak bisa di percaya, kenapa juga saya repot repot datang ke sini?" jawab El kesal Dika menanggapi nya dengan kekehan. " pertama, jangan panggil saya bapak, karena usia kita cuma beda 2 tahun. kedua, mobilnya udah saya bawa ke bengkel, kelamaan nunggu kamu. Ketiga, bolehkah saya berkenalan secara resmi dengan mu?". Elrina memutar matanya malas mendengar penjabaran dari Dika. " pertama,, terus saya harus manggil anda siapa? kedua , kalau mobilnya bapak bawa ke bengkel sendiri,kenapa bapak tidak terima saja uang dari saya dan malah menyita KTP saya? ketiga, maaf saya tidak berminat untuk kenal lebih." jawab El gamblang dan ketus. " hehehehe.... baru kali ini saya bertemu dengan gadis yang tidak penasaran dengan saya. ok. kamu bisa panggil saya kak atau oppa juga boleh." ucap Dika AHN DIKA LIM adalah pemuda kelahiran Seoul 30 tahun lalu. Ayahnya seorang pengusaha asal Korea dan ibu nya adalah orang Indonesia. " idih.... oppa?? emang lagi nonton Drakor? ok deh, saya panggil kak aja." ucap El. jawaban El membuat Dika kembali terkekeh dan merasa sangat gemas dengan El. " terus kenapa kak Dika menyita KTP saya?" tambahnya. " maaf,, hanya cara ini yang saat itu terpikir oleh saya agar bisa bertemu dan berkenalan dengan mu." " huh... receh." " hahahah.... kamu memang lucu. beda dengan perempuan perempuan yang pernah aku temui." " emang saya badut?" gerutu El " untuk mobil kamu tidak usah khawatir. saya sudah memperbaikinya." " huft.... Alhamdulillah.... baiklah kalau begitu, saya mohon kak Dika bisa mengembalikan KTP saya." " ok... saya akan mengembalikan KTP mu. tapi ada satu syarat." " syarat? kayak mau ambil kredit aja.. apa syarat nya?" " bantu saya mereview menu baru di restoran saya." ucap Dika modus. " baiklah kalau cuma untuk merreviw makanan saya bisa." " siip... kita sepakat" ucap Dika sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Mereka berdua berjalan menuju dapur yang kebetulan berada di lantai satu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD