charming 15

305 Words
" saya bukan orang yang mata duitan. Yang saya butuhkan tanggung jawab." " aduh...." Negosiasi ini berjalan dengan alot. padahal Elrina sudah tidak punya waktu lagi. Dia harus segera pergi ke bandara " bagaimana kalau saya panggil sopir saya. Biar nanti sopir saya yang akan membawa mobil bapak ke bengkel." ucap El " kamu mau lari dari tanggung jawab? kamu yang membuat mobil saya penyok, orang lain yang harus bertanggung jawab." ucap pengendara " bukan seperti itu pak. saya memang harus segera ke bandara. Dan sopir saya adalah orang yang dapat di percaya." " saya tidak mau." " terus saya harus bagaimana pak? saya harus cepat cepat sampai di sana." " ok kamu bisa pergi. Tapi sebagai jaminan kamu tidak kabur, berikan KTP mu. Dan ini kartu nama saya. Saya tunggu iktikad baiknya." " lhoh kok gitu?" " atau kamu maunya saya bawa kamu Langsung ke bengkel?" " ah nggak perlu pak. Baik ini KTP saya. Dan besok saya akan menemui bapak." " saya tunggu saat jam kerja" " AHN DIKA LIM, Seol up resto?" " saya bekerja di sana." " baik pak saya akan datang ke sana. Dan maaf, saya harus pergi dulu." " silahkan." Elrina kembali masuk ke mobil dan menuju ke bandara. sampai di sana, El mulai mencari sosok kekasih nya. Karena dia tahu, Elrina terlambat datang. Dia berlari menuju ruang tunggu. ' drtt..drrrt....' hp nya bergetar Dewa: kamu dimana? aku udah sampai 30 menit yang lalu. Me : Aku sudah di bandara, maaf kamu nunggu lama. tadi ada sedikit insiden. Dewa : ok nggak masalah. yang penting kamu sampai sini dengan selamat. Me : kamu dimana? Dewa : aku di ruang tunggu kedatangan. Me : ok. tunggu aku kesana Dewa : siap sayang. melihat Dewa yang memanggilnya 'sayang', hati El samakin berdebar. Dia berjalan menuju ruang tunggu kedatangan sambil tersenyum riang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD