Sementara itu Elrina yang masih berada di cafe masih termenung menangis sendiri. Bahkan dia tidak menyadari jika ada laki laki yang berjalan mendekati nya. Mata sendu nya melihat sepasang sepatu di depannya. Perlahan dia mendongak, mencari tahu siapa pemilik sepatu itu. Dirinya hanya terdiam tatkala jemari pria itu menghapus air matanya. Kedua manik mata mereka saling bertemu. " jangan menangis..." ucap Arjuna Elrina tidak menjawab, justru dia menangis semakin tersedu. Arjuna yang tidak tega, langsung memeluknya. " Aku tahu ini berat untuk mu," lirih Arjuna membelai rambut El. " Bersandar lah pada ku. Luapkan sedih dan amarah mu." tutur Arjuna. Elrina melepaskan pelukan Arjuna dan menatap Arjuna penuh tanya. " Maaf... jika hanya melihat ku saja hati mu semakin sakit." Arjuna merasa

