Cerita Masa Lalu

389 Words
Hai-hai, trima kasih buat yang membaca ceritaku. Mohon maaf jika tulisannya masih berantakan, maklum, nulisnya di HandPhone jadi masih amburadul editnya. Mohon koreksi,kritik dan saran di Komentar yaah readers yang budiman. Trima kasih. ********* Kampus Ilmu Komunikasi,Universitas Negeri Bandung,pagi ini terlihat sangat ramai. Riuh suara Panitia Ospek, para senior cantik dan ganteng, yang meneriaki kami. Udara dingin kota Bandung, sudah tidak berasa lagi. Keringat dingin, tegang karena takut melakukan kesalahan. Takut dihukum lebih tepatnya. Aku langsung akrab dengan dua teman baru, Sari dan Dini. Dini Anjani, anak dari kota Makasar. Dia lucu dengan dialek khas Makasar, membuat kami cepat akrab. Sedangkan Sari Ayunindya, anak pemalu, yang tidak percaya diri. Sari kerap kali terlihat ragu-ragu, ketika menginginkan sesuatu. Hari ini, Ospek hari ketiga. Kami akan mengadakan Jalan santai, mengelilingi seluruh Fakultas yang berada di UNB ini. "Lia, nanti kalau jalan santai, barengan yah? " Sari menghampiriku. "Ok Sar, jangan takut, kita akan saling menjaga" kataku pada Sari. "Dini, hayukk atuh, semua sudah siap nih"aku memanggil Dini yang masih didalam ruangan. "Tunggu mi kodong, jangan dulu kalian pergi" jawab Dini dengan logat khasnya. Demikianlah, pertemanan kami terjalin. Setahun berlalu, kami sudah memasuki semester 3. Kami bertiga memutuskan untuk menyewa rumah dengan 3 kamar. Aku sudah terbiasa mengurus diri sendiri, terbiasa mandiri, sejak SMP. Aku terlahir sebagai anak ke-2 dari 3 bersaudara. Memiliki seorang kakak dan adik laki-laki. Aku satu-satunya anak perempuan dalam keluargaku. Parasku termasuk rupawan. Terlahir dari keluarga yang sudah bercampur ras. Kakek dari ayahku berdarah Jawa Ambon, sedangkan nenekku asli orang Toraja. Dari garis ibu, Kakek asli orang Kalimantan sedangkan Nenek, berdarah Campuran, Malang dan Manado. Aku mewarisi tumbuh tinggi semampai, 170cm, berhidung mancung, iris mata coklat, dan rambut ikal panjang. Postur tubuh yang sempurna sebagai wanita. Ukuran dadaku juga diatas rata-rata teman wanita kami. Sizeku cukup mengetarkan, bikin berdenyut jantung para lelaki. Size 34 Cup C. Kebayangkan? Pinggang ramping dengan buah d**a menggembul padat, seperti buah pepaya bulet. Aku termasuk anak yang cerdas. Di semester 3, aku bisa mengambil SKS tingkat atas. IPK semester 2 cukup bagus, dengan rata-rata Nilai A dan B. Hal ini menjadi keuntungan bagiku, Karena bisa nyicil SKS. Suatu siang, setelah selesai ujian, kami sedang berjalan menuju ke kantin. Tiba-tiba terdengan suara suitan cowok-cowok Fakultas FISIP. Kami serentak menoleh, dan diantara para pria, ada seorang Pria, yang terkenal dengan sebutan Playboy Kampus. Indra Prayoga. Dia berjalan kearah kami, menebarkan senyum manisnya, dan menjabat tanganku. "Indra. Nama kamu siapa? "tanyanya padaku. "Nathalia. Panggil saja Lia"ujarku. "Ayo, aku antar kalian ke Kantin. Banyak cowok Iseng. Nanti kalian diganggu"ucap Indra. Setelah makan siang, kami lalu bertukar nomor Telephon, dan pamit pulang. Dari sanalah awal mula perkenalan kami, aku dan Indra, yang akan mengubah cerita hidupku. *********************** Sebulan kemudian, Indra datang kerumah kost kami. Si Anak Motor, datang hendak mengajakku berkencan. Awalnya aku menolak. Sebenarnya sudah beberapa kali, aku menolak ajakan Indra. Tapi kali ini, aku tak bisa menolak. Sari sudah mengatakan kalau aku sedang tidak ada tugas ataupun ujian. "Lia, hayuk atuh Li. Mas Indra sudah menunggu" sayup terdengan suara Sari. Dini, yang paham betul suasana hatiku, mendatangiku. "Kalau kamu gak mau, ngomong atuh ke mas Indra" katanya. "Aku bukannya gak mau jalan sama Indra Din, tapi aku takut ada yang cemburu terus menyerangku ditempat umum. kan kalian tau, kalo mas Indra banyak pacarnya" ujarku kesal. "Ya sudah, jalan saja dulu mi. Bilang sama Indra, kalian temenan saja dulu." Dini berusaha menenangan aku. Heran, gak ada yang berani menolak Indra,gumanku dalam hati. Aku tidak tau, kalau ternyata, Dini dan Sari, sudah dibawakan Martabak kesukaan Mereka. Selain itu, Indra juga menjanjikan perlindungan dan keamanan, Selama mereka berdua membantu Indra. Aku sudah selesai dandan. Aku keluar kamar, menghampiri Indra. Dia terpukau memandangku. "Gila, lu cantik banget Lia. Gue tembak lu sekarang deh. Lu mau gak jadi pacar gue" Indra seperti petasan yang sudah disulut sumbunya. Terus berbunyi. Aku hanya tersenyum, memandang wajah Indra dan berbisik lembut, "Kita jalan aja dulu yah.Kalau jodoh, gak akan Keman koq" Aku takut Indra tersinggung. Ternyata tidak. Dia menggenggam tanganku, mencium lembut pipiku. Aku terkejut dengan perlakuan lembut Indra. "Aku akan memiliki kamu suatu saat nanti Li. Akan kujadikan kamu ibu dari anak-anakku". Refleks, kuhempas genggaman tangannya. Kencan Pertama kami, Batal. Aku memilih masuk ke kamar, dan meninggalkan Indra. Sikap romantis Indra, tidak berhenti Karena penolakanku. Selesai kuliah, aku buru-buru akan pergi ke Perpustakaan Wilayah, yang letaknya cukup jauh. Ternyata Indra sudah menungguku. Dia tidak tersenyum seperti biasa. "Ayo Li, aa antar" ujar Indra. "Mas Indra gak kuliah?" aku mencoba menetralisir keadaan. "Gak. Hari ini lagi kosong jadwalnya. Makanya aa sediakan waktu, khusus buat neng Lia" Aku menyetujui rencana Indra. Menerima bantuannya. Setiap malam, dia akan menelepon, sekedar basa-basi, dan selalu menyelipkan pujian. Sering juga Indra mengirimkan buket bunga mawar pink, kesukaanku. Perhatian Indra, termasuk disaat genting, saat Dini kerampokan. Indra selalu ada buat kami. Sampai akhirnya, aku luluh. Aku menerima Indra, menjadi pacarku. Pacar pertamaku. Ya. Aku belum pernah pacaran, bahkan disaat masih SMA. Aku lebih fokus untuk memandang masa depanku. setelah resmi jadian, Indra mengajakku kerumahnya. Dia mengenalkan aku pada ibu dan kakak perempuannya, Teh Nia. Dengan ibu dan teh Nia, aku langsung akrab. Aku mudah bergaul, pandai menempatkan diri, sehingga tidak sulit untukku, menyesuaikan diri dengan keluarga mas Indra. Dari Teh Nia aku tau, kalau Indra sering banget gonta ganti pacar. Ternyata bukan aku, satu-satunya pacarnya, yanv diajak kerumahnya. Kamar Indra memiliki pintu masuk sendiri. Lebih tepatnya, kamar Indra, pintu masuknya ada 2, satu akses dati dalam rumah utama, dan satu lagi Pintu lewat jalan samping rumah. Jadi, dia bebas mengatur kapan dia akan pergi dan dia akan pulang. Dikamar ini, sudah ada beberapa wanitanya, yang diajak tidur bersama. Dan aku, akhirnya terbuai. Setelah 2 bulan pacaran, Indra ingin memberi kejutan padaku. Aku akan dikenalkan pada teman-teman dekatnya. Kami akan makan malam bersama. Tanpa aku sadari, minuman Jus Semangkaku, sudah ditambahkan sedikit minuman beralkohol. Sontak aku meracau. Indra tersenyum dan berbisik lembut ditelingaku,"Ayo kita pulang. Aa antar kamu pulang yah Li" Bisikan Indra terasa lembut dan menggoda. Indra sudah mengatur semua rencana busuknya. Aku bahkan tidak ingat, kapan kami keluar dari Cafe. Yang aku ingat, aku sudah dibaringkan diranjang Indra. Perlahan, Indra mulai melepas satu per satu bajuku. Dia melakukannya dengan sangat lembut, sambil terus melancarkan ciuman di bibir dan leherku. "Aku akan memasukimu, mengambil milikmu yang paling berharga, agar kamu tidak akan pergi dariku Li! " katamu. Aku mulai membalas ciumannya. Indra mulai menjelajahi seluruh kulit tubuhku. Mengecupi lembut leherku, meninggalkan tanda merah disana. Tangannya tak lepas dari bukit kembarku yang montok, menonjol dan menantang. "Li, tubuh kamu sempurna. Aku tak rela kalau sampai kamu jadi milik pria lain" Eranganku lolos begitu saja, saat bibirmu menyentuh lembut ujung bukit kembarku. p****g merah muda milikku, sudah kau perawani. Rasanya seperti tersengat listrik tegangan rendah. Badanku memanas, menikmati setiap sentuhan Indra. "Ayo Indra, lakukan apa yang kamu ingin lakukan. Aku rela jika kamu akan menggagahiku" aku merasakan lemas seluruh badan, menuntut sesuatu yang lebih intim lagi. Indra kemudian memposisiskan diri diatas tubuhku, tangannya menelungkup wajahku, kemudian mencium lembut bibirku. "Akan sedikit sakit Li. Tapi tidak lama. Aa akan membantu kamu, melepaskan rasa sakitnya menjadi nikmat. Aa janji" ucap Indra lembut, sambil memandang mataku dan mencium bibirku berkali-kali. Perlahan, Ujung kejantanan Indra, diarahkan ke Va***aku, mendorong pelan lalu dimundurkan lagi. Didorong lagi,perlahan, lalu ditarik lagi. Digesek-gesekkan Pe**snya ke selangkanganku, dan memulia penyatuan. Aku menjerit dan menggigit pundak Indra, ketika ujung pe**snya sudah masuk setengah jalan. Gila, sakiit banget. Rasanya seperti terbakar dibawah sana. Indra kemudian membelai lembut pipiku, melahap bibirku, mencoba membuat diriku nyaman. Penyatuannya masih setengah, Indra tidak ingin berhenti. "Sudah bisa aa lanjut lagi neng? Sakitnya tidak akan lama, kamu akan merasakan nikmat yang sesungguhnya setelah ini. Aa janji" Indra kemudian meremas lembut payudaraku sambil mengecup lembut kepalamu, dihentakkannya kejantanannya masuk secara penuh. Aku terkulai lemas. Ada gelanyar aneh disana. Sakit, tapi nikmat. Indra mulai memajumundurkan b****g seksinya, perlahan. Aku mulai menikmati hujamannya. Setiap hentakan kejantanannya aku selalu menjerit tertahan. Aku terus melenguh nikmat, mendesah lirih,sementara Indra sangat menikmati meniduriku. Kedua bukit kembarku bergoyang-goyang, membuat Indra sangat gemas. Hentakan dan tekanan Indra juga semakin cepat, mengejar pelepasanya. Ketika sudah akan o*****e, Indra tiba-tiba mencabut kejantanannya, dan mengeluarkan Spe**anya, diperutku. "Aku belum berani keluarin didalam,takut kenapa-napa nanti" bisiknya lembut. "Kamu belum bisa o*****e yah? Nanti aa ajarin yah. Besok kita berhubunga. badan lagi. Harus sering-sering, biar gak sakit lagi"katanya. Aku terkulai lemas. Sakitnya selangkanganku, membuat aku belum bisa menikmati penyatuan kami. Tapi Indra berjanji, akan membuat aku o*****e, merasakan sempurnanya jadi wanita. Aku tertidur dalam pelukan Indra. Entah apa yang akan terjadi besok, aku pasrah dan berserah penuh pada malam. Yang pasti, sejak malam itu, aku menjadi milik Indra seutuhnya. ************ Ditunggu cerita selanjutnya yah, romansa cinta remaja yang penuh gelora asmara. Ditunggu komentar, kritik dan saran pembaca, agar ceritanya lebih menarik lagi. Trima kasih, see you.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD