86. Delapan Enam

1040 Words

Aimar merangkul Adi hingga membuatnya mengerutkan keningnya bingung, "Ya ilah bercanda, makasih ya," ucap Aimar. "Lumayan di traktir, bosen di traktir sama Syafiq mulu," ujar Matto. "Apalagi si Aimar noh, udah gumoh kali nikmatin traktiran Syafiq," cibir Jio. Syafiq menyelanya, "Sorry ya, dia yang maksa bukan gue yang traktir." Aimar jelas memandang kesal ke arah Syafiq yang kini tertawa terbahak. "Astaga, sakit sekali epribadih," ujar Aimar. Mereka lalu berjalan ke arah meja kosong yang tak jauh dari kedai tersebut. "Tumben di sini," ungkap Matto. "Biar abangnya gak kejauhan," jawab Syafiq, Matto hanya ber Oh ria ketika mendengar jawaban sahabatnya. Tak lama kemudian pesanan mereka datang. "Kembaliannya nih ya," ucap Mas bro, Adi langsung mengambil kembalian yang di berada di namp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD