87. Delapan Tujuh

1176 Words

Hari semakin berlalu, malam ini hari di mana Syafiq akan bertanding dengan mantan kekasih sang Kakak. Ia menuruni tangga setelah seraya rapih dalam berpakaian, dengan celana levis' hitam dan kaos putih polos, kini ia memakai jaket baseball-nya. Syarana yang kebetulan baru pulang dari supermarket dengan membawa tentengan mengerutkan keningnya ketika melihat adiknya berjalan ke arahnya. Syarana melihat dari atas hingga bawah lalu bertanya, "Lu mau kemana Bang?" "Eh anu...," ucap Syafiq gugup sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Syarana mengernyitkan dahinya bertanya-tanya ketika sang Adik menjawabnya dengan gugup. "Ah eh ah eh apasi, anu anu apaan? Anunya siapa?" tanya Syarana. "Dih pikiran lu kotor amad si," ujar Syafiq. Syarana menyelanya, "Lu nya aja noh yang kotor, em

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD