Hari minggu yang cerah mereka masih setia berleha-leha di kamar Syafiq tempat tongkrongan kesekian yang nyaman untuk mereka, kamar Syafiq adalah hal ternyaman setelah kamar mereka masing-masing. Setelah sarapan, itu juga di buatkan oleh tuan rumah siapa lagi kalau bukan si abang tampan Syafiq. "Sering-sering ah nginep," ujar Aimar. Adi menyelanya, "Benar tuh, kalau gue gak ada makanan main aja kali ya ke sini." Matto dan Jio manggut-manggut seraya mengiyakan perkataan dari kedua sahabatnya. "Tuman lu pada!" seru Syafiq sedikit kesal, namun tak lama dari itu ia tertawa sambil menggelengkan kepalanya. "Kapan lagi tuman sama lu." Aimar menaikkan kedua alisnya meledek Syafiq yang kini memutar bola matanya dengan malas. "Siyalan lu," ungkap Syafiq, mereka jelas tertawa karena berhasil memb

