3. Cewek cuput itu?

2008 Words
Minggu cerah, setelah beberapa hari kemarin turun hujan hari ini cuaca seolah sedang berbaik hati kepada syafiq yang sudah rapih dengan style yang menurut nya keren, tentu ia memakai jaket levis yang menambah kesan tampan dalam diri nya. Ia mengambil.kunci motor di atas kasur miliknya, lalu menuruni tangga dengan wajah semeringah "Mau kemana bang?" Ucap sang Ayah, ketika melihat anak nya sudah rapih, wangi menuruni tangga. Sedangkan syafiq hanya menaikkan kedua alisnya seraya merapihkan jaket levis yang ia gunakan, dengan senyum manisnya "kamu di tanya malah senyam-senyum bang" ucap sang Ibu "Mau main yah" ucap syafiq sambil menyengir kuda "Adi, aimar?" Ucap sang Ayah yang menebak-nebak. "Wahh, seratus persen buat ayah" ucap syafiq, ayah nya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya melihat kelakuan anak laki-laki nya. "Makan dulu" ucap  Ibu yang dari arah dapur membawa makanan dan meletakkan nya di atas meja makan "Abang makan di sana aja" ucap syafiq lalu melirik ke arah jam tangan nya. "Abang berangkat" lanjut syafiq, lalu ia berpamitan kepada orang tua nya. "Jangan ngebut bang" ucap sang Ibu seolah memperingati "Gak janji mih" ucap syafiq berteriak, karena ia sudah sampai di depan pintu rumah nya, Sang ibu yang mendengar teriakan tersebut langsung meng-hentikkan aktifitas nya dan melotot tak percaya. "Abang!" Ucap sang Ibu dengan nada kesalnya "Dia bercanda sayang" ucap sang Ayah. Sedangkan syafiq tertawa, ia membayangkan sang Ibu sedang kesal, dan melotot tak percaya mendengar teriakan diri nya tadi. Syafiq melajukan motor nya dengan kecepatan standar, karena jalanan hari ini sedang padat merayap, musik yang terdengar dari airpods nya menemani ia di perjalanan. Tak butuh waktu lama, syafiq memarkirkan motor nya, mencopot helm full face milik nya membuat kaum hawa yang melihat nya menjerit histeris, di tambah rambut yang rapih tebal dan sedikit berantakan itu menambah kesan cool dari diri syafiq. Astaga ganteng banget Anjir siapa itu, mana pake motor ninja Gila ganteng banget si itu Yaallah mata gue khilaf Cuci mata yang seger ini mah Ganteng banget si Eh dia ngedipin gue dong Gak ada celah untuk mencela Bener-bener bibit bagus Syafiq berjalan dengan senyuman manis melewati mereka yang jelas berbisik kagum terhadap diri nya, kedipan mata nya membuat mereka semakin histeris. "Fiq!" Ucap adi berteriak, sambil melambaikan tangan nya ketika melihat sosok sahabat nya yang seolah sedang menyusuri. Syafiq menghampiri mereka berdua yang telah terlebih dulu sampai, bahkan sudah memesan minuman untuk diri nya juga. "Buat gue nih" ucap syafiq "Iyalah masa buat setan" ucap aimar "Di liatin terus tuh lu" ucap adi, syafiq yang mendengar lalu mengikuti arah mata adi. "Susah emang orang ganteng" ucap aimar "Rasa nya seperti anda menjadi airon men" ucap syafiq lalu mereka tertawa karena perkataan syafiq mengikuti yang sedang viral "Lu udah pada mesen?" Ucap syafiq "Nunggu lu breh, biar bareng" ucap adi "Mas" ucap syafiq, sambil melambaikan tangan memanggil waiters. "Iya ka ada yang saya bisa bantu" ucap nya "Lu mau apa pada?" Ucap syafiq "Nasi goreng seafood" ucap adi "Samain" ucap aimar "Nasi goreng seafood nya 3 deh mas" ucap syafiq "Baik saya ulangi, nasi goreng seafood nya 3. Ada lagi?" Ucap nya "Enggak mas" ucap syafiq, lalu waiters tersebut undur diri dari hadapan mereka bertiga "Fiq" ucap aimar, sedangkan syafiq hanya melirik dan menaikkan kedua alis nya "Gue ada berita bagus" ucap aimar "Alah berita lu kan basi semua" ucap adi "Nah bener tuh kata adi" ucap syafiq "Ah anjim lu pada" ucap aimar, ia mulai memasang muka yang serius. "Apaan, kalo yang basi gue lelepin lu di kolam lele?" Ucap syafiq meledeknya "Gue udah nemu buat target lu" ucap aimar, sedangkan syafiq dan adi langsung mengeritkan kening nya, dan berfikir kali ini siapa umpan yang bagus. "Siapa?" Ucap adi penasaran siapa target yang di pilih oleh aimar untuk syafiq "Raina" ucap aimar, hening! Adi dan syafiq tak berkata apapun seolah masih mencerna dengan kata-kata aimar "Raina?" Ucap adi, dan aimar mengangguk yang berarti mengiyakan. "HAH CEWEK CUPU ITU!" ucap syafiq berteriak, seolah sahabat nya sudah gila memberi tantangan untuk mendekati cewek cupu itu. "Yang bener aja lu kalo ngasih target" ucap syafiq seraya tak terima. "Astaga mulut lu" ucap aimar "Sssstt! Congor lu" ucap adi, ketika mereka berhasil membuat semua yang berada di sana mendengar nya. Mereka bertiga sedang ada di caffe X , caffe terkenal di daerah jakarta. "Kenapa harus dia" ucap syafiq "Kenapa? Lu takut?" Ucap aimar "Ya enggak lah, lu berdua tahu kan gue siapa?" Ucap syafiq "Syafiq Alvaro Pradipta, penakluk wanita sejati" ucap aimar dan adi secara berbarengan seolah itu sudah menjadi slogan untuk syafiq, sedangkan syafiq hanya tersenyum sambil menaikkan kedua alis nya. "Jadi lu terima?" Ucap adi "Cewek cupu doang cemen, yang cantik aja bisa gue taklukin apalagi dia" ucap syafiq dengan sangat yakin kalau ia bisa menaklukan raina. "Seminggu untuk lu bisa jadiin dia korban lu selanjutnya" ucap aimar "Deal!" Ucap syafiq, membuat mereka bertiga lalu tertawa. "Gue si gak yakin" ucap adi "Wah parah lu gak percaya sama gue" ucap syafiq menatap tak percaya ke arah adi. "Bukan gitu, gini deh alesan lu apa im, jadiin cewek culun itu target syafiq" ucap adi, aimar meminum minuman nya lalu tersenyum miring, karena itu pertanyaan yang di tunggu oleh nya. "Karena cuman dia yang gak ngejar syafiq" ucap aimar, " nah ini yang gue maksud" sambung adi, seolah sudah satu pemikiran oleh aimar bahwa raina bukan kaya cewe baisa yang mengejar syafiq. "Gue si enggak ngraguin lu fiq, tapi sama raina gue gak yakin lu bisa" ucap aimar "Nanti malah lu lagi yang jatuh cinta" ucap adi, lalu tertawa. Membuat syafiq tersenyum miring meremehkan. "Gue jatuh cinta sama cewek cupu? Mimpi kali!" Ucap syafiq, lalu mereka bertiga tertawa. "Eh hati-hati tuh mulut" ucap aimar lalu tertawa "Kalo gagal traktir kita selama seminggu" ucap adi "Santai" ucap syafiq, ia lalu terdiam sejenak mengingat foto raina yang semalem ia lihat di halaman sosmed milik gadis tersebut, syafiq mengukir senyum di bibir nya tanpa ia sadari membuat adi dan aimar saling senggol , lalu menatap syafiq dengan keheranan. "Lah kenapa nih anak" ucap adi "Wah kesurupan kali" ucap aimar, ia lalu menggerakkan tangan nya di hadapan syafiq namun syafiq belum juga sadar dari lamunan nya. "Raina" gumam syafiq secara pelan sambil tersenyum. "WOY!" aimar berteriak ke arah wajah syafiq, membuat syafiq hampir terjungkal karena kaget. "Anjir kaget gue im" ucap syafiq "Ya elu ngelamun aja, lamunin apa lu" ucap adi "Wah ngelamunin jorok ya lu" ucap aimar "Kaga lah anjim" ucap syafiq. Sedangkan di sisi lain, Raina berada di rooftop caffe ia memilih di atas karena agar bisa melihat pemandangan yang indah dari jakarta, dan tentu melihat ramai nya jalanan dari atas caffe tersebut. "Rain" ucap kila, sedangkan raina hanya berkata "Hah!" dengan masih memandang jalan raya dari atas. "Kemaren lu belom jawab gue" ucap kila, raina langsung menatap ke arah kila. "Yang mana" ucap raina sambil mengerutkan kening nya, seolah pertanyaan jila benar-benar banyak. "Soal lu yang di follow syafiq" ucap kila "Terus?" Ucap raina "Ih gila, lu harus bangga anjim di.follow cowok populer" ucap kila, sedangkan raina hanya mengerutkan kening nya seolah bertanya 'Apa yang harus di banggain?' "Biasa aja ah" ucap raina "Dia bukan lee min hoo jadi kenapa gue harus bangga" lanjut raina, ia lalu meminum minuman yang telah ia pesan es kopi ya raina memang sekali es kopi dari caffe Y tersebut, apalagi jika meminum nya di atas rooftop. "Ih rain mah gitu" ucap kila "Ya terus gue harus gimana?" Ucap raina, sedangkan kila hanya mendengus kesal. Sahabat nya ini memang benar-benar tak bisa melihat sosok yang tampan dari diri syafiq. "Bdw lu follback gak?" Ucap kila, sedangkan raina hanya menggelengkan kepala nya membuat kila menatap tak percaya, seseorang yang tidak mem-follback syafiq seolah menjadi kebodohan menurut kila. "Wah bener gila lu" ucap kila "Gilaan lu kalo ngomongin dia terus" ucap raina "Ish" "Udah ah lu, ngomongin dia mulu. Bosen gue" ucap raina "Ya abis nya dia gak bosenin si kalo di omongin" ucap kila, membuat raina memutar bola mata nya dengan malas. Raina lupa, bahwa kila adalah fans nya syafiq juga seperti cewek-cewek yang berada di sekolah nya ataupun sekolah lain. "Ganteng gak ngejamin gak nyakitin"  batin raina, ia lalu menatap langit yang teduh. Mereka berdua menghabiskan waktu hingga sore hari, berbicara macam hal walau kila kadang meleset membicarakan soal syafiq yang membuat raina mendengus kesal. "Udah sore nih, balik yu" ucap raina ketika melihat jam di tangan nya. "Yuk" "Rain lu follback kek tuh syafiq, yaallah gue aja pengen di follow sama dia. Lu malah nyia-nyiain gitu aja" ucap kila "Udah si la, jangan ngomongin dia mulu gue lama-lama mau muntah tahu gak" ucap raina, ketika menuruni tangga rooftop. Kila terus membicarakan syafiq , hingga ia sampai di kasir sekalipun untuk membayar. "Hai" ucap syafiq yang kebetulan sedang ingin membayar makanan ia dan dua sahabat nya. Kila yang langsung menyenggol raina. "Apa si la" ucap raina dengan ketus, ia tak bermaksud hanya saja melihat syafiq membuat mood tambah hancur. "Ini mas uang nya" ucap raina, ketika sudah di beritahu berapa total makanan nya "Kita ketemu lagi" ucap syafiq "Eh mas biar saya aja yang bayar" ucap syafiq, lalu menyodorkan kartu atm untuk di bayar, sedangkan raina menatao sengit ke arah syafiq sedangkan syafiq tersenyum modus ke raina. "Kaya nya takdir emang mau kita bersatu" lanjut syafiq, hati raina berdebar begitu saja ketika mendengar perkataan syafiq. Raina langsung pergi dari hadapan syafiq begitu saja ketika sudah membayar makanan nya. Syafiq langsung tersenyum sinis ketika ia di abaikan begitu saja, adi dan aimar puas tertawa melihat penakluk wanita sejati tidak ada pesona jika di depan raina. "Rainn! Tunggu" ucap kila ketika tersadar kalo ia di tinggal oleh raina yang sudah berjalan kedepan "Ko lu ninggalin gue" ucap kila "Lu nya aja liatin tuh cowok terus" ucap raina, membuat kila mengerucutkan bibir nya. "Lu yang nyetir" ucap raina, mood nya lagi tidak baik dan kila menuruti nya di banding mereka kenapa-kenapa dijalan. *** "Hahaha seorang syafiq di cuekin abis" ucap adi, ia benar-benar tertawa melihat syafiq tadi di cuekin begitu saja oleh raina. "Turun pesona lu" ucap aimar "Ah sialanu berdua" ucap syafiq, mereka bertiga lalu melangkah keluar. "Kemana nih?" Ucap adi "Rumah lu aja im, sekalian maen ps" ucap syafiq, sedangkan aimar hana mengangguk. Mereka bertida menaikin motor masing-masing, dan memakai helm full face masing-masing. Syafiq melajukan motornya dengan kecepatan standar, dengan di belakang adi dan aimar tak jarang mereka saling mengebut di saat melihat jalanan sudah aman dan lagi tak ada kendaraan lain lewat. 20 menit kemudian.. Mereka langsung masuk ke kamar aimar, karena mereka juga tahu orangtua aimar jarang untuk di rumah karena sama-sama pembisnis. "Sialan tuh cewek cupu" ucap syafiq, ia melepas jaket levis nya. Adi dan aimar yang melihat nya hanya mengerutkan kening nya, seolah baru melihat syafiq kaya frustasi gara-gara di abaikan. "Weh kenapa? Santai aja" ucap aimar, ia lalu tertawa pelan. Aimar juga memberikan minuman bersoda di kaleng "Minum dulu nih" lanjut aimar "Kan gue udah bilang, ini beda" ucap adi "Masih mau taruhan?" Ucap aimar, lalu menaikkan kedua alisnya seolah meledek syafiq. "Gue gak akan mundur" ucap syafiq, lalu ia menenggak minuman soda yang di berikan aimar. Adi dan aimar hanya saling tatap, lalu tersenyum simpul mengarah sahabat nya. "Anjir kalah mulu gue" ucap adi, ketika ia kalah oleh aimar membuat aimar tersenyum kemenangan. "Udah gue main ama lu aja fiq" ucap adi, sedangkan syafiq hanya mengerutkan kening nya. "Serius nih?" Ucap syafiq "Iya anjim, buruan. Gantian im" ucap adi, sedangkan aimar hanya tersenyum jahil dan mempersilahkan untuk syafiq gantian. Lalu mereka berdua melanjutkan bermain ps, sedangkan aimar tiduran sambil menunggu ada yang merengek kata nya "ANJIR! KALAH GUE LEBIH PARAH" ucap adi frustasi, aimar yang mendengar langsung tertawa terbahak-bahak. "Mendingan gue main ama lu dah im, gak malu-maluin amad kalo kalah" ucap adi "Gue aja belajar dari syafiq biar menang, lu malah lawan syafiq nya pisan" ucap aimar. "Lagi?" Ucap syafiq "Udah ah ogah" ucap adi, ia lalu melirik jam tangan. "Pulang kuy, udah sore banget nih" lanjut adi. Syafiq yang mendengar langsung melirik jam tangan nya juga. "Yaudah ayu" ucap syafiq. Lalu mereka berdua berpamitan pulang karena waktu sudah menunjukkan sore hari. Tin "Yoo" ucap aimar, ketika mereka berdua mengklakson bertanda pulang. *** Raina merebahkan tubuh nya di kasur miliknya, kepala nya pening memikirkan syafiq yang sedikit mengganggu nya. "Gak! Gue gak boleh!" Ucap raina meyakinkan diri nya, ia harus benar-benar menahan diri nya. Tok Tok "Rain, boleh ibu masuk?" Ucap sang Ibu dari luar kamar raina. "Iya bu" ucap raina. "Ada apa bu?" Ucap raina, ia duduk di pinggir kasur. "Gak papa, tadi kamu pergi sama siapa? Ayah nanyain soal nya" ucap sang Ibu "Ayah udah balik bu?" Ucap raina, sedangkan ibu nya hanya mengangguk. "Wah rain di beliin oleh-oleh gak ya" lanjut nya "Dasar kamu, oleh-oleh mulu" ucap sang ibu sambil tertawa. "Yuk kebawah, makan bareng" ucap sang Ibu "Yaudah aku mandi dulu deh bu" ucap raina, lalu ibu nya mengelus rambut raina dengan lembut. Raina lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, untuk menyegarkan tubuh nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD