"Kenapa si gue harus punya teman kaya mereka," gumam Syafiq, ia langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi setelah menutup pintu kamarnya. Ia mencuci muka, dan mengganti bajunya untuk tidur. Untung saja temannya tahu diri, kasurnya tidak di kuasai oleh mereka. Syafiq kini telah rapih dengan pakaian seragam putih-putihnya bersiap-siap untuk ke sekolah, Syafiq menoleh sebentar ke arah semua teman-teman yang sedang merapihkan seragam mereka. "Udah belom?" tanya Syafiq. Semua mengangguk lalu berkata, "Ready gan." Syafiq hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum simpul. "Yaudah ayuk gas," ujar Syafiq ia lalu melangkah keluar kamarnya, ia menuruni tangga yang tentunya di ekori oleh ke empat sahabatnya. Syarana yang sudah berada di ruang makan menoleh ke arah mereka yang sedang menuruni

