“AERIL.. buka pintu. Kenapa Ril keras kepala sekali sekarang.. mau melawan sama Mommy? Ril sudah tidak sayang lagi sama Mommy?” Marya terus mencoba mengetuk dan menekan gagang pintu kamar putranya itu. Tapi tidak ada respon sama sekali. “Sudahlah Yaya.. kamu tidak akan berhasil membujuk dia seperti ini.” Ujar Dhara yang baru muncul. Marya pun menoleh, “Aeril itu keras kepala seperti itu.. kamu pikir dia ikut sifat siapa?” tambah Dhara. Marya mengeluh perlahan. Dhara keadaan seperti ini masih saja sempat menyindirnya. “Lantas aku harus bagaimana lagi, Ra? Ini sudah tiga hari Aeril menghindari aku.” wajahnya diusap perlahan. Semak pikirannya sekarang. Sejak perdebatannya dengan Haris terakhir kali.. Marya mengatakan pada putranya itu untuk pindah keluar negeri. Maka sejak hari itu juga A

