Dia Anakku!

1441 Words

TANGAN Nana ditarik menuju taman. Sedikit kasar sehingga Nana terlihat menyeringai menahan sakit. Setibanya di taman, tubuh gadis itu ditolak hingga terduduk di bangku yang ada di sana. “Apa ini Nana?” keras suara Mary menghardik gadis itu. Matanya tajam menerkam wajah polos Nana. Dia tidak peduli dengan beberapa orang menatap mereka di sana. Nana mendongak dengan penuh rasa bersalah, “Kak Yaya…” Nana tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Mulutnya seolah terkunci. Dia menunduk menatap beton. Pergelangan tangannya yang ditarik Marya tadi juga di usap. Sakit. Dia bagaikan penjahat menunggu hukuman sekarang. “Jawab saya Nana! Coba kamu jelaskan pada saya, kenapa Aeril bisa dekat dengan pria itu?” pekik Marya frustasi, bukannya tidak tahu akan sakit di pergelangan Nana. Namun dia tidak ada wa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD