Ziarah

1280 Words

RAFKA dan Dhara terkekeh tertawa. Cerita Marya perihal kejadian di dapur restoran sore tadi, benar-benar mengocok perut mereka. Bibir Marya berkedut dan keningnya kenyit-kenyit menahan kesal. Entah kenapa dia tiba-tiba merasa panas di tertawakan. Lucu? dimana letak lucunya, hingga Rafka dan Dhara sebegitu renyahnya tertawa. Baru pulang dari memantau proyek jam 22.30 ini, masih punya banyak tenaga ya untuk tertawa. “Hellow.. masih belum puas tertawa? tapi aku minta please stop it! Aeril tidur.” Sengih Marya yang sudah berpeluk tubuh. Dhara memingkem bibir meredakan tawanya. Sementara Rafka berdehem. Stay so cool. “Jadi gimana keadaan Jodi itu sekarang?” tanya Rafka. Khawatir juga, sangat kuatkah Marya menendang asetJodi? Adakah masih aman masa depan Jodi? “Oh, jadi nama dia Jodi?" “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD