SEPULUH jarinya di simpan di bawah meja, jari indah itu mencengkram erat di atas pahanya. Basah tangan jangan lagi di tanya apa penyebabnya. Badannya juga terasa sudah basah karena keringat dingin. Tubuh bereaksi takut, tetapi ekspresi wajah, tetap Marya control setenang mungkin menatap Yazeed yang duduk di depannya. Marya menguatkan diri. Keringat tangan di sapu pada tuniknya itu. Kemudian satu senyuman tanpa beban Marya kembangkan di bibirnya. Yazeed tersentak. Baru sadar yang di pandangnya ini adalah istri dari singa gila. Nanti khilaf, bisa mampus di terkam singa gila. Namun, jika boleh jujur dia memang menyimpan rasa kagum pada wanita di hadapannya ini. Kalau saja Haris melepaskan Marya, dia akan menjadi pria yang paling terdepan untuk mengambil hati wanita ini. Duduk berhadapan

