Happy reading Typo koreksi **** Tubuh Fanny Kailana menegang kaku mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut ibunya. Gita kini sedang menatapnya penuh selidik. "Itu--" "Nona Fanny." Seruan seorang petugas apotek memotong ucapan gadis itu kepada ibunya. Gita mendesah kasar, sedangkan Fanny bisa menghembuskan napasnya lega. Karena tidak jadi menjawab pertanyaan ibunya dengan begitu cepat. "Mama ambil obat kamu dulu." Ujar wanita paruh baya itu kepada putrinya. Fanny membiarkan ibunya pergi menebus obat untuknya di depan counter bagian obat. Gadis itu membuka ponselnya, berharap ponsel Fathur sudah aktif. Ia harus memberitahu pemuda itu soal ibunya yang sudah mengetahui tentang kehamilannya. Pacar Fathur, mama sudah tau kalau aku hamil. Telpon aku secepatnya. Urgent. (Send)

