kembali pasang togel

1200 Words
Tuh jemputanmu datang yang...??" Ucapku saat melihat jemputan Vania sudah standby d depan gerbang.... " Aku ikut kamu aja..?? Aku nanti bilang sama bang Seno supaya ke desa kamu dulu...aku penasaran sama desa kamu...??" Ucap Vania tegas... Aku pun mengambil sepeda motorku lalu kembali menghampiri Vania yg sedang berbicara dengan sopirnya d samping mobil Mercedes... " Bang Seno langsung ke desa agung aja y...?? Aku sama Joni mau mampir bank dulu...." Ucap Vania kepada bang Seno sopirnya.... " Iya non..desa agungnya sebelah mana non." Balas bang Seno singkat.. " Bang Seno kalo udah sampai tanya aja rumahnya Joni pasti pada tau mang..." Ucapku memberi tau kepada bang Seno.... " Siap mas Joni..." Ujar bang Seno yg langsung menyalakan mobilnya.... Akhirnya aku ke bank bersama Vania yg selalu memelukku erat bahkan bukit kembarnya begitu terasa d punggungku... " Asik juga y yang naik motor..." Teriak Vania yg terlihat begitu bahagia... " Apalagi yg bonceng gadis tercantik d SMA florida..." Balasku menggoda.... Setelah selesai urusanku d 2 bank berbeda aku pun langsung mengarahkan motorku menuju desaku sepanjang perjalanan kami terus mengobrol dengan gembira.. Saat memasuki desaku banyak tetanggaku yg kaget karna aku membonceng seorang gadis cantik d belakangku...begitu sampai di rumah aku melihat ternyata bang Seno tidak sendirian,ada Diwan, Samsul teh Puput dan Deni.... " Om Joni....!!!" Teriak Deni yg pertama kali melihatku memasuki pekarangan rumahku... " Wah Deni makin tampan saja..." Balasku setelah aku dan Vania turun dari motorku aku langsung mencubit pipinya yg gembul... " Eh WAN darima aja GK pernah keliatan..." Tanyaku saat melih Diwan dengan wajah masamnya... Diwan berusia sama denganku tetapi dia selalu menganggap aku abangnya karna aku lebih tua beberapa bulan darinya, Diwan tidak beruntung karna saat ujian beasiswa dia tidak terpilih akhirnya dia memutuskan untuk bekerja...kadang kami juga selalu bersama saat bekerja d ladang juragan Iwan tetapi saat hari terakhir aku tidak melihatnya dan baru melihatnya lagi sekarang.... " Lagia jagain Mak bang...Mak lagi d rumah sakit..kena usus buntu perlu d operasi besok tapi..." Ucap Diwan ragu ragu... " Udah GK usah d terusin...nanti pasti ada jalan keluarnya...iya udah aku ganti pakaian dulu..." Ucapku... " Vania,ini teh Puput tetangga yg sudah seperti saudara kandung bagiku ini Deni jagoan teh Puput,,ini Diwan sahabatku d desa dan yg muka codot Samsul kamu pasti sudah tau kan.." ucapku mengenalkan semua orang pada Vania... Setelah berganti pakaian aku berjalan kebelakang rumah, melihat aku sudah keluar dari kamar Vania langsung mengikutiku... " Kambing kamu banyak sekali yang...??" Ucap Vania takjub saat melihat puluhan ekor kambing yg sedang aku beri makan... " Iya buat tabungan...ini aja yg dua puluh lima baru beli kemaren " ucapku singkat... Setelah selesai memberi makan kambing aku dan Vania kembali ke depan untuk mengobrol bersama Diwan dan yg lainnya tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul 16.30 berarti kurang setengah jam lagi waktu nomer Australia keluar. Aku pun langsung mengeluarkan hp ku dan memasang nomer 5839 sebanyak 20 juta... " Diwan kamu masang 5839 d Australia bang Seno main togel tidak..." Ucapku memecah keheningan... " Aku GK ada saldo bang..." Ucap Diwan sambil menunduk malu... " Mana rekening kamu..." Ujarku... setelah Diwan memberikan no rekeningnya aku pun langsung mentransfer 100 ke Diwan..." Pasang semua wan " ucapku tegas... " Bang Seno GK main togel..." Tanyaku memastikan, karna melihat bang Seno yg masih diam... " Main mas Joni..tapi sama sama Diwan aku juga GK ada saldo..." Ujar bang Seno malu... " Van...tuh transfer bang Seno 100 " ujarku pada Vania yg sedang asik bermain dengan teh Deni dan teh Puput... " Iya " jawab Vania singkat lalu mentransfer ke bang Seno... Aku kagum kepada wanita seperti Vania yg tak banyak bicara kalo sedang bersama orang lain... " Aku GK d suruh pasang Jon..." Kelakar Samsul... " Alah kamu tanpa d suruh aja pasti sudah pasang..." Balasku singkat.... " Sul teteh nitip..".ujar teh Puput tiba tiba... " Hehehehe....saldo saya sudah habis ini satu juta sudah saya pasangkan semua teh..." " Teteh mau pasang berapa...?? Pake punya saya saja teh..." Uucapku santai... " 500 Jon...ini uangnya..." Balas teh Puput sambil memberikan uang 500rbu kepadaku... " Loh teteh suka pasang togel juga..." Tanya Vania tak percaya... " Baru kali ini Van, ini juga karna no dari Joni...kemaren no d kasih Joni aja langsung tembus jadi teteh pengen coba coba..." Jawab teh Puput sambil tersenyum.... " Udah ini teh..." Ujarku sambil menunjukan bukti bahwa aku sudah memasang 500 titipan teh Puput... Aku melirik Vania yg sedang sibuk dengan hpnya... " Bang Seno aku udah transfer 10juta 100 rbu...aku nitip pasang 10 juta y...yg 100 rbu buat tambahan Abang pasang yg tadi.." ujar Vania semangat... " Loh...banyak amat pasangnya non..." Ujar bang Seno terkejut... " Udah GK usah protes pasang aja..." Ucap tegas Vania... " Jon perlu d share d grup tidak..." Ujar Samsul tiba tiba... Aku sempat berpikir sejenak lalu mengambil langkah baik buruknya... " Boleh aja sul...tapi bilang saja belum tentu tembus dan kalo tembus ini yg terakhir aku kasih nomer...bilang juga GK boleh pasang lebih dari seratus ribu..." Balasku panjang lebar... " Kenapa begitu..." Tanya Samsul penasaran... " Aku GK mau saja warga sekitar terlalu bergantung pada togel sul... terus nanti aku d kasih julukan dukun togel.." balasku sengit... " Oh ..okkk.." balas Samsul... " Van...bikinin kopi dong..nih udah pada habis kopinya..." Godaku pada pacar baruku... " Siap...d mana kopinya juragan..." Balas Vania tak kalah dalam menggodaku... " Jon kamu dan Vania udah jadian..." Tanya Samsul setelah Vania dan teh Puput masuk kedalam untuk membuat kopi... " Berisik...." Balasku sambil membakar sebatang rokok... " WAN...ayam kamu masih banyak GK..??? Kalo masih aku beli 2 buat d bakar nanti kita bakar bakar ayam d sini..." Ujarku sambil mengulurkan uang 250rbu kepada Diwan.... " Gk usah bayar bang..." Ucap Diwan yg langsung berbalik kerumahnya yg tak begitu jauh d ikuti oleh Samsul dan bang seno... " Kemana yg lain Jon..." Tanya teh Puput dan Vania yg baru saja keluar membawa kopi saat melihat hanya aku dan Deni yg tersisa... " Lagi nangkap ayam teh d rumah Diwan...buat bakar bakar nanti..." Balasku sambil asik menikmati sebatang rokok... " Y sudah teteh mau balik dulu mandiin Deni nanti teteh balik lagi sekalian masak nasi " ujar teh Puput .. " Masak nasi d sini saja teh " balasku... " Ok deh Jon...teteh balik dulu..." Ujar teh Puput yg langsung menghampiri Deni dan mengajaknya pulang... Setelah tidak ada orang Vania tanpa ragu langsung pindah duduk d atas pangkuanku dan mengalungkan tangannya d leherku... Aku yg sudah kecanduan bibir manis Vania pun tanpa banyak basa basi langsung melahapnya dengan penuh kasih sayang...Vania kini makin mahir dalam hal b******u lidah kami pun saling beradu d dalam mulutnya hingga 5 menit kami berperang lidah aku menyudahinya... " Ada yg datang yang " bisikku... Tanpa d komando Vania langsung turun dari pangkuanku..benar saja tak sampai 1 menit bang Seno dan yg lainnya sudah kembali sambil membawa 2 ekor ayam.... Bang Seno dan Diwan tanpa d komando langsung mengolah ayam yg ternyata sudah d potong...aku dan Samsul bertugas membuat api .. untung aku mempunyai cukup banyak kayu bakar d samping rumah jadi tidak terlalu repot menyiapkan api untuk membakar ayam...hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 5 yg berarti togel Australia akan segera keluar... " Wayaehhh " " Wayaehhh "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD