Kepala 5 " teriak Samsul dengan penuh semangat...
" 8 " kembali teriakan Samsul terdengar memecah keheningan..
" 3 " teriak Samsul...
Aku dapat melihat wajah teh Puput,Diwan,dan bang Seno yg begitu tegang menunggu Samsul meneriakkan nomer buntunya...mungkin mereka begitu tegang karna 3 nomer depannya sudah tepat...
" 9 " teriak Samsul yg langsung melakukan selebrasi dengan berjoget ria bak biduan dangdut papan atas...
" Horeeeeeeeee " teriak semua yg ada d depan rumahku dengan wajah d penuhi dengan kegembiraan...
Bahkan Vania pun ikut melompat ke pelukanku dengan penuh semangat bahkan berulang kali mengecup pipiku...
" Tolonglah kalo bermesraan jangan d depan jomblo sepertiku " ucap Samsul yg terlihat frustasi melihat kemesraan aku dan Vania...
" Hehehehe.....maaf sul kelepasan..." Ujar vania sambil terkekeh....
" Emang kamu tau kamu dapat berapa Van...??" Tanya Samsul dengan wajah penuh penasaran....
" Aku dapat berapa bang...??" Tanya Vania sambil menatap bang Seno...
" 30 milyar non..." Jawab bang Seno antusias...
" Serius bang...?? Sebanyak itu...???" Tanya Vania yg belum percaya...
" Horeeeeeeeeee..." Ucap Vania yg kembali menghambur ke pelukanku bahkan kini tanpa sungkan mengecup bibirku berulang kali....
" Astaga Vania.....kamu kan orang kaya kok bisa seheboh ini..." Ucap Samsul sambil menggelengkan kepalanya...
" Yg kaya orang tuaku sul....tetep aja 30 milyar banyak...maksih y yang..." Ucap Vania menatapku dengan penuh cinta....
" Diwan pinjam motor kamu sebentar..." Ujar bang Seno sambil menghampiri Diwan...
" Aku ikut bang.." ujar Diwan menyusul bang Seno...
" Terus yg bakar ikan siapa...???" Teriak Samsul tak berdaya...
" Udah GK usah ribut sini biar aku yg bakar..." Ucapku yg langsung berjalan ke tempat pembakaran yg sudah d siapkan Diwan....
" Teh udah aku transfer 1,5 milyar y teh..." Ucapku
" Iya Jon makasih banyak loh...." Balas teh Puput sambil terus menatap hpnya dengan pandangan berbinar,mungkin teh Puput sedang menatap isi saldonya yg berubah sangat banyak untuk ukuran d desaku... walaupun kang Johan dan teh Puput termasuk kaya tetapi tetap saja mendapat uang 1,5 milyar membuat suasana hatinya menjadi sangat baik...
" Yang, mana no rekening kamu..nanti aku kirim setengah dari yg aku dapatkan..." Ujar Vania yg kini sedang berjongkok d sebelahku sambil melihatku membakar ayam...
" Nggak usah yang, aku juga dapet banyak kok...itu rejeki kamu..." Balasku sambil menatap wajahnya cantik Vania penuh cinta...
" Iya sudah...tetapi besok kita jalan ke mall y..? Aku mau beliin baju buat kamu..kamu harus mau..!! GK ada penolakan..." Ujar Vania tegas...
" Iya sayang... terserah kamu saja...??" Balasku yg tak menolak keinginan Vania, kalau aku terus menolaknya pasti dia bakal ngambek...
" Iya udah aku bantu teh Puput nyiapin bumbu y..??" Balas Vania yg langsung mengecup pipiku lalu berbalik menghampiri teh Puput...
Aku melihat ada sedikit tatapan cemburu d mata teh Puput saat Vania mengumbar kemesraan d depannya bagaimanapun kami sudah mengalami malam yg begitu menggairahkan semalam...
Tiba tiba datang rombongan orang menuju rumahku aku sudah memperkirakan hal ini pasti akan terjadi..ku lirik Samsul yg sedang asik dengan hpnya...aku yakin ini pasti ulahnya...
" Wah ada bakar bakar nih...kok GK ngundang ngundang Jon....mentang mentang ada pacar kamu y...??" Ujar teh susi yg terkenal blak blakan dalam berbicara...
" Hehehehe..cuma iseng iseng teh...kalo ngundang semua warga y harus bikin kambing guling sepuluh ekor..." Balasku santai..aku sungguh tak menyangka bapak bapak yg biasa nongkrong d warung teh susi akan datang semua ke rumahku bahkan pak Rahmat pun ikut datang dengan menggunakan kursi roda yg d dorong Bu Ratna....
" Hahahahahaha....kamu ada ada aja Jon...untung kami inisiatif bawa ayam sendiri jadi kami tinggal numpang bakar sama minta nasi d sini..." Ujar teh susi yg langsung berjalan menuju teh Puput yg sedang membuat bumbu d ikuti oleh ibu ibu yg ikut termasuk Dewi dan Bu Ratna...
Vania segera tersadar saat melihat banyak tetanggaku yg datang..dengan senyum ramahnya dia memperkenalkan dirinya bahkan dia yg menerima beberapa slop rokok dari para tetanggaku...
" Nggak nyangka kamu Jon...diam diam langsung bawa perempuan pulang ke rumah mana cantik banget kayak bidadari..." Celetuk juragan Iwan yg kini ikut membantuku membakar ayam....
" Wajar lah juragan,,Joni kang tampan,rajin,pintar dan pekerja keras pasti pacarnya cewek cantik..emang si Samsul yg lain sibuk dia asik main hp...." Sindir kang Agus suami teh susi...
" Astaga kang Agus...bisa bisanya y kalo aku GK main hp..emang kang Agus sama yg lain akan kesini..." Ujar Samsul manusia yg memiliki seribu alasan...
" Mana pacarmu sul kok GK d ajak ke sini.apa kamu masih jomblo akut y...??.." goda juragan Iwan...
" Tuh lagi sibuk bikin bumbu...??" Jawab Samsul sambil melirik Dewi yg sedang asik berceloteh dengan vania...
" Pak Rahmat...ini kata Samsul dia sudah pacaran sama Dewi pak..." Kata lek Kasno menambah bumbu..
" Astaga lek Kasno....saya cuma bercanda..." Ujar Samsul frustasi....
Suasana d rumahku sore ini begitu hidup apalagi ketika lek Pardi datang dengan membawa satu dus anggur cap orang tua menambah semangat bapak bapak...
Tin
Tin
Sebuah mobil bak memasuki pekarangan rumahku yg ternyata itu bapak Samsul beserta ibu dan adiknya...
" Wah....saya datang d saat yg tepat karna sudah tinggal makan ini..." Kelakar pak Ridwan..pak Ridwan memang sebelas dua belas dengan Samsul yg suka bercanda...
" Gk anak GK bapak...sama aja tukang makan..." Celetuk juragan Iwan....
" Trenggggg teng teng " suara motor Diwan memasuki rumahku dengan bang Seno yg memangku sebuah dus anggur cap orang tua...
" Maaf bang lama...sekalian beli seger seger..." Ucap Diwan yg cukup terkejut karna suasana rumahku yg menjadi sangat ramai....
" Ini mas Joni ada rokok dari saya sama Diwan ini juga titipan dari teh Puput" ujar bang Seno sambil mengulurkan 3 slop rokok mild...
" Haduhhh makasih bang repot repot segala...itu siapa yg beli minumanm." Tanyaku pada Diwan...
" Samsul bang...katanya dia frustasi karna abang punya bawa pacar cantik ke rumah sedangkan dia masih jomblo lumutan..." Jawab Diwan sambil menatap Samsul penuh arti...
" Diwan...awas kamu y...??" Teriak Samsul...
" Jon...ini mobil dari Samsul buat kamu...katanya kamu sudah punya banyak kambing..GK cukup kn kalo nyari rumput pake motor...ini dari pada jarang kepake jadi mending buat kamu saja.bisa buat nyari rumput..??" Ujar pak Ridwan sambil mengulurkan kunci mobil beserta suratnya...
" Loh..loh..GK usah pak...lagian saya juga nggak bisa nyetir mobil..." Ucapku sungkan...aku tak menyangka Samsul sampai memberikan mobil, walaupun cuma mobil bekas....
" Udah Jon..terima saja..besok bapak tak belikan mobil baru...kamu suruh aja si tengil Diwan buat nyari rumput...kamu tinggal kipas kipas aja jadi juragan..." Ujar Samsul ketus sambil melirik ke arah Diwan...
" Iya bang...biar saya saja yg nyari rumput..." Balas Diwan penuh semangat...
Akhirnya akupun menerima kunci mobil beserta suratnya dari pak Ridwan...
Kini acara makan makan pun d mulai aku cukup terharu melihat tetanggaku bersenda gurau d halaman rumahku..bapak bapak asik mengobrol sambil menenggak minuman keras tak terkecuali akupun ikut minum walau tidak terlalu banyak...
" Bang Seno nggak minum bang..." Tanyaku sambil menyodorkan rokok..m
" Nggak mas...masih tugas ini..nanti masih nganter nona Vania...kalo minum bisa berabe..ini makan aja sama ngrokok udah mantep kok mas..." Jawab bang Seno...
Aku cukup kagum dengan integritas bang Seno dalam bekerja, lalu aku melirik ke arah Vania gadis cantik yg belum genap sehari menjadi pacarku...
Dengan lugas dia bergaul dengan orang-orang yg mungkin dalam status sosial sangat jauh d bawahnya..tidak tampak wajah angkuh seperti anak-anak orang kaya pada umumnya...
" Yang, aku balik dulu y..?? Mamah udah nanyain kapan pulang Mulu..." Ucap Vania yg kini sudah berada d samping ku...
" Iya yang...besok kan masih bisa ketemu d sekolah.." balasku sambil menatap wajah cantiknya dengan penuh cinta...
" Iya yang....cup " balas Vania sambil mengecup pipiku...
" Hati hati bawa mobilnya bang..." Ucapku pada bang Seno yg sudah mulai menjalankan mobilnya perlahan...