Bab 13. Cucuku

1022 Words

Tubuh Meta gemetar begitu pun dengan kakinya yang turut bergetar. Matanya memandang wajah wanita paruh baya yang kini melangkah menghampiri seraya menatap lekat wajah Sonia. Otaknya kembali melayang ke masa lalu saat ibunda dari Reyhan itu memintanya mengugurkan kandungan seraya melemparkan segepok uang ke wajahnya. Rasanya begitu sesak, ternyata ada hal yang lebih menakutkan dari sekedar pertanyaan-pertanyaan horor yang dilayangkan oleh putrinya. Meta melangkah ke arah samping, menghalangi tubuh Sonia dari pandangan mata Lidya. Ia tidak ingin wanita itu menyakiti putrinya. "Tan-Tante," gumamnya lemah dan bergetar. Lidya memandang wajah Meta dengan senyum sinis. "Ternyata benar, kamu dan putrimu ada di sini, Meta," ucapnya lalu berdiri tepat di depan Meta. "Mau ngapain Tante ke sini?" t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD