Bab 12. Kekecewaan yang Mendalam

1004 Words

Lidya membulatkan bola matanya merasa terkejut. Ini adalah pertama kalinya Reyhan, putra semata wayangnya berani membentak bahkan secara terang-terangan mengatakan kekecewaannya. Hatinya bagai ditusuk beribu-ribu pisau tajam, dunianya seolah runtuh seketika itu juga. Ucapan Reyhan bak mata pisau yang menusuk tepat mengenai jantungnya, sakit yang tidak berdarah dan sukses membuat air mata Lidya mengalir tanpa terasa. Hal yang paling menyakitkan bagi seorang ibu adalah ketika ia dibenci dan dibentak oleh putranya sendiri. "Ka-kamu udah berani bentak Mommy gara-gara wanita itu, Reyhan?" tanya Lidya lemah dan bergetar. "Mommy Ibu kamu, Rey! Berani kamu menyakiti Ibu kandung kamu sendiri? Mau jadi anak durhaka kamu, ya?" Reyhan mengusap wajahnya kasar, telapak tangannya basah karena air mata.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD