Meta yang baru saja hendak berlayar ke alam mimpi seketika terkejut setelah mendengar teriakan Sonia. Wanita itu bangkit dan duduk tegak seraya membuka mulutnya lebar-lebar menahan rasa kantuk. "Huaa! Kamu kenapa, Nia?" tanyanya, lalu menoleh dan memandang wajah Sonia. "Aku gak bisa tidur, Bu. Aku mau mainin telinga Ibu," rengek seraya terisak. "Astaga, Sayang. 'Kan udah ada Ayah kamu, masa mau mainin telinga Ibu juga sih?" tanya Meta lagi-lagi membuka mulutnya, tidak kuasa menahan rasa kantuk. "Gak mau, pokoknya aku mau tidur sama Ayah sambil mainin telinga Ibu juga," teriak Sonia. "Sini buruan, Ibu. Huaaa!" "Sttt! Jangan nangis, Sayang. Ini udah malem lho," ucap Reyhan mencoba menenangkan. "Liat, udah jam 12 malem." "Ya makannya, Ibunya sini cepetan!" Mau tidak mau Meta harus meng

