Bab 25

1038 Words

Pagi yang cerah menjelang, sinar mentari masuk melalui jendela yang sedari malam tak aku tutup. Aku membuka mataku perlahan.Tanpa aku melihatnya, aku tahu kalau mataku bintitan akibat menangis semalaman. Hm... kenapa aku harus menangisi pria b******k seperti Wilman? Seharusnya aku bahagia karena mengetahui semuanya sebelum aku menjadi istrinya. Perlahan aku beranjak dari tempat tidur dan menggulung rambut panjangku. Aku mulai membuka isi lemariku dan memilah-milah barang apa saja yang pernah Wilman beri untukku. Aku tak berniat sedikitpun untuk menyimpan semua barang pemberiannya. Lelah... itu yang aku rasakan saat telah memilah-milah semua barang yang ada di kamarku. Aku melihat tumpukan pakaian, boneka,ikat rambut, dan lain-lain yang merupakan pemberian Wilman. Tok... tok... tok... te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD