Tangisku pecah di dalam kamarku. Rasanya hatiku sangat pedih dengan semua kenyataan yang aku hadapi. Bagaimana tidak, Wilman yang selalu aku cintai dengan setulus hatiku telah mengkhianatiku ketika tanggal pernikahan telah ditentukan dan persiapan sudah hampir seratus persenAku tak pernah menyangka jika Wilman akan setega itu melakukan semuanya padaku. Dan lebih parahnya dia berani membohongiku. Aku baru saja terlepas dari bahaya yang mengintai nyawaku, dan di sini saat pulang aku mendapati kekasihku, calon suamiku, tengah bermesraan dengan perempuan lain dan tak mengkhawatirkanku sama sekali. Mataku nanar melihat photo yang terpampang di meja samping tempat tidurku. Dalam photo itu Wilman menatapku dengan penuh cinta.Prang... bunyi pigura pecah membentur lantai dengan sangat keras. Aku

