Senja melirik pergelangan tangan. Pukul sepuluh malam. Dia harus segera ke rumah sakit. Beberapa jam lalu sang mama memberinya kabar kalau Rindu akan segera melahirkan. “Alhamdulillah, akhirnya tidur juga,” desahnya lega. Memperhatikan sang buah hati yang baru terlelap. Tak biasanya Kaisar serewel ini. Beberapa kali dirinya dan Bi Surti harus menenangkan karena lagi-lagi Kaisar menangis. “Kai udah bisa aku tinggal, ‘kan, Bi?” “Bisa, Non. Biar saya jaga Den Kaisar. Non nggak sah khawatir,” tanggap Bi Surti. “Kalau rewel lagi, Bibi kabarin aku, ya.” “Pasti, Non.” Bi Surti mengangguk. “Eh tapi, Non pergi sama siapa?” “Sendiri aja, Bi.” “Tapi udah malem, Non. Nggak bahaya, tah?” Bi Surti khawatir karena berita yang sering ia dengar banyak kejahatan di kota besar. “Nggak minta tolong ant

