“Jadi siapa Jasmine itu?” Deg Tubuh Catherine kembali membeku dan ia menjadi sangat bingung harus menjawab pertanyaan dari Aiden. “Tatap aku Cath.” Aiden menarik kedua pundak Catherine hingga kini ia menatap ke arah Aiden. “Apa Jasmine adalah-“ “Tidak Aiden. Dia bukan anakmu,” ucap Catherine mendorong d**a Aiden supaya lepas melepaskan cengkraman tangannya dan ia berjalan mundur. Ada raut kekecewaan di mata Aiden. Padahal ia merasa dekat dan familiar dengan Jasmine. “Dia adalah anak angkatnya Marinka,” seru Catherine. “Anak angkat?” tanya Aiden mengernyitkan dahinya. “Iya,” jawab Catherine. “Tapi kenapa saat itu kalian tidak menyinggung masalah Jasmine?”

