Aiden tengah berada didalam sebuah taxi. Ia berniat untuk kembali ke Indonesia dan mengelola perusahaan Wiratama. Walau berat, tetapi ia tidak bisa terus menerus menetap di sini tanpa pekerjaan apapun. Ia menatap keluar jendela. Pikirannya melalang buana mengingat kejadian kemarin malam dimana ia mencium Catherine. Saat itu ia merasa dadanya di remas tangan tak kasat mata dan rasanya ingin menangis. Tetapi Aiden tidak ingin mengambil risiko dan malah semakin membuat Catherine tersakiti. Ia sendiri kini tidak mempercayai cinta dan takut untuk membangun sebuah hubungan. Bagaimana kalau sampai gagal dan ia malah semakin menyakiti Catherine yang sudah berharap padanya. Tatapan Aiden menangkap sosok yang ia kenal. Tak jauh d

