Aiden berdiri di taman yang berada di dekat rumah sakit, ia menatap nyalang ke depan, lampu-lampu tampak indah di sana. Malam tanpa bintang menyelimuti kota N dengan cuaca yang sangat dingin. Salju masih setia menghujani kota N. Aiden memejamkan matanya mengingat perkataan Dokter sebelumnya yang menyebutkan golongan darah dari Jasmine. Ternyata Jasmine adalah putri biologisnya yang bahkan tidak ia ketahui. Pantas saja saat pertama kali bertemu dengannya, ia merasa begitu familiar dan ada perasaan hangat yang mengaliri hatinya. ‘Kenapa Catherine begitu tega menyembunyikan fakta sebesar ini.’ Batin Aiden. Bagaimana kalau Aiden tidak melihat mereka berdua tadi. Mungkin selamanya ia tidak akan mengetahui fakta mengenai Jasmine

