Part 24 - Epilog

1099 Words

“Selamat.” Kahfi menepuk Egar dengan senyum. Egar diam saja. Hanya mengangguk. Dia lalu menoleh ke istrinya yang sudah berpamitan ke seluruh keluarga. “Hati-hati Gar bawa mobilnya.” Fiandra mengingatkan. “Iya Bun.” Egar mentawab patuh. Lalu dia menoleh ke Ayah mertuanya. Erfan menghela nafas namun akhirnya menepuk bahu Egar juga. “Hati-hati,” Egar mengangguk mantap. Basa-basi itu dirasa cukup karena Egar menggenggam tangan Fianer dan menariknya ke  mobil. Hari ini, Egar akan menjadi seorang gentleman. Dia membukakan pintu untuk istrinya dan menuntun istrinya duduk. Lalu dia tutup pintu itu lagi. Fianer sampai berdebar dengan perlakuan Egar yang jarang-jarang ini terjadi. Egar mengitari mobilnya dan masuk ke dalam. “Membuat ayahku terkesan huh?” tanya Fianer mencibir. Egar tersenyum

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD