Bel kecil yang berada persis di atas sebuah pintu di Caffe Coffelatte itu berbunyi setiap ada pengunjung yang datang. Athayya selalu memalingkan wajahnya melihat kearah pintu masuk setiap bel itu berdenting. Kali ini, pada pagi ini, Athayya akan bertemu seseorang yang mungkin berarti atau tidak berarti sama sekali pada hidup Sean. Athayya bertopang dagu menatap jalanan kota yang terlihat lancar lalu lintasnya. Dia duduk di salah satu meja di sudut café. Di dekat jendela besar dengan tanaman-tanaman hijau dan bunga-bunga yang indah dibawah kaca itu. Suara musik jazz yang lembut mengalun di café ini. Bahkan café ini termasuk sepi di jam sepuluh pagi ini. Sepuluh lewat lima menit pagi, lebih tepatnya. Yang dijanjikan datang tepat jam sepuluh pagi sudah terlambat lima menit. Pada saat se

