Lift yang terus bergerak naik ke atas dari lantai dasar yang akan mencapai lantai tiga puluh delapan membuat Sena hanya bisa berdiri termenung menunggu lift mencapai lantai tempat tujuannya. Kejadian dua puluh jam yang lalu di London, masih membayanginya. Sena yang setelah menceraikan Grace, nyatanya berkeringat dingin di telapak tangannya saat membawa Grace ke rumah sakit. Bahkan jantungnya berdegup dengan kencang saat Grace dibawa masuk ke ruangan khusus dan Sena hanya bisa duduk termenung menunggu Katrina, sekertaris pribadi Grace. Tetapi penerbangan kembali ke Indonesia satu jam lagi, membuat Sena harus segera meninggalkan Grace tanpa mengetahui keadaan wanita itu dan Sena harus menitipkannya pada Katrina. Sena hanya tidak paham pada dirinya, dia yang masih peduli dengan wanita yan

