Sepi. Sunyi. Redup. Sean menepikan mobilnya di pinggir jalan protokol kota yang terlihat sepi karena jam sudah menunjukkan pukul dua pagi. Tanpa ditemani suara lagu-lagu yang biasa Sean nyalakan di mobilnya. Hanya deru napas dan pikiran yang saling berkecamuk antara dua orang yang sedang berada didalam mobil bmw hitam ini. Sean dan Athayya. Mereka berdua diliputi kesedihan karena cinta yang membuat mereka bingung, ketakutan, dan selalu khawatir. Itu semua tidak akan terjadi bila jiwa egois dalam diri manusia tidak terdapat dalam diri mereka. Sean menghela napas, melirik ke kiri, melihat Athayya yang hanya terduduk diam dengan pandangan mata kedepan. Dalam cahaya yang redup dari lampu jalan, Sean bisa melihat sebulir air mata yang terjatuh dalam diri Athayya. Tangan Sean bergerak,

