Athayya duduk bergeming di meja praktek-nya. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan jam praktek dirinya sebagai dokter kandungan juga telah usai. Seharian tadi, dia mencoba fokus dengan segala urusan pekerjaannya. Berusaha melupakan kejadian kemarin malam, saat Sean melamarnya. Athayya hanya butuh waktu. Bukan butuh bukti. Athayya sudah cukup mengetahui bukti perjuangan Sean yang playboy dalam memperjuangkan dirinya. Tentang jawaban dari lamaran Sean tadi malam, tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Athayya. Dia hanya diam, menutup kotak beludru merah itu, dan mengatakan kalau dirinya butuh waktu untuk berpikir. Dan bukan Sean namanya kalau dia terlihat sedih didepan wanita. Sean tersenyum, seolah apapun jawaban dari Athayya akan diterimanya. Athayya mengehela napas lel

