Sena kembali lagi ke rumah-sakit. Setiap hari Sena selalu kembali mencoba menemui Grace. Bermodalkan tekad dan sebuket bunga mawar mawar putih, Sena setidaknya selalu mencoba menyempatkan diri menemui Grace sebelum dia berangkat ke kantor. Tapi lain hal-nya dengan hari ini. Hari ini, Sena datang ke kantor sore hari sepulang bekerja. Dengan langkah lelahnya karena baru saja pulang dari urusan pekerjaan di Batam, Sena melangkahkan kakinya menyusuri koridor rumah sakit. Sena menunduk saat berjalan, menatap lantai keramik yang dia injak pada setiap langkahnya. Tetapi, langkahnya terhenti ketika sepatunya bertemu dengan sepatu stiletto berwarna hitam metallik dihadapannya. Sena mendongakkan kepalanya, dan tatapannya bertemu dengan Athayya. --- Dua orang yang duduk dikursi paling ujung seb

