Kala pandangan mata Athayya sudah mulai buram karena air mata yang menggenang dipelupuk matanya, Sean kemudian langsung menarik tangannya begitu saja. Membuat Athayya harus berusaha mensejajarkan langkahnya dengan langkah Sean. "Kita mau kemana?" Tanya Athayya. Bahkan suaranya pun terdengar bergetar menahan tangis. Sean tersenyum, "Mengucapkan ucapan selamat untuk pernikahan Sena dan Grace tentunya." Grace? Arah pandang mata Athayya kembali ke Sena dan pengantin wanitanya yang sedang menuruni panggung. Dalam hati Athayya beranggapan, pasti nama istri Sena adalah Grace. Istri. Bahkan hati Athayya serasa diremas begitu kencang saat menerima kenyataan bahwa Sena sudah memiliki istri dan sudah mengkhianatinya. Sebuah pengkhianatan yang menyakitkan. Seharusnya Sena tahu, atau para lelaki

