Prolog
Gue Anas Ragya tidak terima dengan kenyataan pahit yang baru aja gue dapat! Hell! Gue nggak tau jika sekolah ini kejam banget, apanya yang sekolah favorit! Bulshit tau nggak. Kalian bayangin aja! Terhitung detik ini gue dan calon siswa yang punya harapan besar disekolah yang katanya favorit dan terbaik diseantero provinsi berhasil dijadikan kelinci percobaan oleh pihak sekolah. Sial! Gue kecewa berat dengan pihak sekolah, gue nggak rela jika masa-masa jadi anak SMA yang katanya adalah masa yang paling nyenengin dan keren abis malah berakhir tragis kayak gini. Gue nggak terima mereka mempermainkan nasib tigapuluh empat kepala yang nantinya bakalan jadi sekelas.