Pagi-pagi sekali mas Ridwan datang kerumah , tapi sikap nya terhadap ku seperti cangung , aku pun begitu , malu setelah melakukan itu semua .
" yuu , aku pamit ya aku mau pulang kekota jaga diri kamu baik-baik ya , kalau ada kesempatan aku akan datang kesini lagi dan membawa mu kekota untuk bertemu mami papi ku" ucap mas Ridwan seraya menggenggam tanganku , hanya bulir bening yang jatuh ditangan itu , aku tak sanggup berkata , bagaimana bisa setelah melakukan itu dia akan meninggal kan aku , dan apa yang harus ku jga saat ini , mahkota yang selama ini aku jaga sudah ku serahkan untuk nya . Aku menatapnya dgn dalam
" bagaimana klo ayu hamil mas , ayu takut " ucapku pelan seraya menahan tangis
" mas janji setelah ini mas aku ke desa lagi , kalaupun kamu hamil mas akan tanggung jawab , karena itu benih yang mas tanam sendiri yu " . mas Ridwan masih menggenggam erat tangan ku , ada kilatan sedih yang aku lihat dari mata nya , apa benar mas ridwan mencintaiku dan akan bertanggung jawab , jika memang benar benih ini tumbuh di dalam rahim ku .
****
Sekitar satu jam saling mengucapkan kata perpisahan akhirnya mas Ridwan benar benar pergi , aku tak berhenti memadangi mobil yang baru saja membawa mas Ridwan dan teman-teman nya pergi dari desa ini , kulihat mas Ridwan melambaikan tangan nya dari kejauhan , sehingga benar-benar menghilang dari pandangan ku .
" semoga kamu menepati janjimu mas , dan membawa ku pergi bersama mu " semoga hanya itu yang mampu ku ucapan .