Selamat membaca:)
---------------------------------------
Pesta malam natal dan hari memang menyenangkan. Apalagi selama dua tahun ke belakang ini aku merayakannya disini. Aula tengah di sekolah akademi ini.
Sekarang adalah natal ke 3 yang akan aku rayakan bersama teman- teman lama dan tambahan dua teman baru lagi. Situasinya memang berbeda setiap tahun pasti ada anak baru dan harus membiasakan dirinya di sini.
Tahun pertamaku juga sangatlah sulit. Tidak bermalam natal dengan keluarga dan sanak saudara. Tapi teman- teman di sini cukup membuatku terhibur. Apalagi ada Tara dan enak kawan lainnya. Juga profesor Gamma dan para pelatih lainnya.
Natal kali ini berbeda dengan 2 orang yang ada di sini sekarang. Mereka orang baru. Tapi mereka dengan mudahnya beradaptasi dan bergaul dengan semua murid yang ada di sini. Apalagi yang namanya Joseph. Dia baik. Dia sangat humoris menurutku. Dia tidak banyak tingkah padahal dia sering bertingkah di hadapan yang lainnya. Hanya saja, di depanku dia cukup pendiam tapi tidak pendiam seperti Sara. Dia bisa bergaul dengan mudah.
Ah kenapa aku memikirkan dia saat perayaan malam natal ini?
Malam natal sudah selesai. Aku akan kembali ke kamarku membersihkan diriku dan beristirahat. Tapi saat aku baru saja mau masuk ke kamar mandi panggilan terdengar.
'Nama yang aku sebutkan harap segera ke ruangan pertemuan. Garcilda Rowterm, Tara Aderson, Arga Smith, Rico Sbastian, Joseph Vilardo dan Sara Clayer secepatnya ke ruangan rapat sekarang.'
Aku yakin itu Professor Gamma
"Oh ayolah Prof, aku baru saja akan membersihkan diri dan beristirahat walau sebentar."
Dengan berat hati dan pakaian yang masih menempel sejak pagi tadi aku keluar berjalan menuju ruang rapat.Cukup melelahkan. Tapi bagaimana lagi?
Aku berpikiran sepertinya akan hanya ada aku di ruangan rapat sebelum mereka yang lainnya dipanggil datang. Aku sudah sangat malas. Aku hanya ingin merebahkan tubuhku di kasur dengan penghangat dan pijatannya yang akan membuat tubuh ini bisa di pakai lagi esok hari.
Aku membuka pintu ruangan rapat. Aku kaget melihat Joseph sudah duduk di tempat duduk dengan meja bundar itu.
"Kau harus tau. Aku sedang berjalan melewati ruangan ini dan tiba-tiba panggilan itu terdengar. Aku langsung masuk kesini."
Dia memberitahuku sesuatu yang ingin aku tanyakan. Apa dia pembaca pikiran?
"Apa ada masalah sampai Prof Gamma memanggilku dan kau juga yang lain?" Tanyanya
"Kurasa ini tentang misi." Jawabku seadanya. Dan hanya itu yang aku tau
"Misi?" Dia menjeda
"Lalu kenapa aku dan Sara juga dipanggil? Aku hanya anak bulan lalu yang beruntung masuk ke sini. Ku rasa Sara juga sama. Dan aku belum melakukan apa- apa. Misi? Sangat tidak mungkin." Dia menggeleng- gelengkan kepalanya tidak percaya
Ah aku tidak berpikir ke arah sana.
Saat aku sedang berpikir keras alasan kenapa anak baru yang masuk juga ikut kesini pintu ruangan terbuka. Itu Tara. Disusul oleh Rico. Mereka sama sepertiku, tampak lelah, capek dan pakaiannya juga belum diganti. Persis seperti aku.
Mereka duduk di tempat duduk dimana mereka sudah biasa duduki. Dan mulai berbincang satu sama lain kecuali Tara yang sedari tadi terus diam dengan tangan terlipat di depan dadanya. Aku rasa Tara sedang memikirkan hal yang berat. Dan ah, jangan sampai dia akan kabur setelah misi ini selesai hanya untuk menemui si b******k Ammet.
Saat aku ingin bertanya pada Tara, pintu ruangan terbuka lagi. Itu prof Gamma. Disusul Arga dan di belakangnya ada Sara.
"Okey semuanya sudah berkumpul?" Profesor Gamma juga duduk
Kami semua duduk melingkar di kursi meja bulat yang cukup luas.
Aku hanya mengangguk kecil menanggapi pertanyaan Profesor Gamma itu.
"Siapa yang bisa menebak untuk apa kalian dikumpulkan dalam satu waktu dan ruangan yang sama?" Tanya Prof Gamma
Baru saja aku akan mengangkat tangan tapi suara gadis bergumam cukup keras membuat aku mengurungkan diri.
"Kenapa aku dan Joseph di masukkan ke kelompok inti?"
Itu Sara. Saat dia bergumam di ruangan sepi itu membuat semua mata tertuju ke arahnya. Tapi dia hanya menatap Profesor Gamma yang juga sedang menatapnya.Profesor Gamma tersenyum melihat Sara kala itu.
Satu yang baru aku sadari setelah Sara berbicara. Sara duduk di kursi milik Arga. Biasanya Arga duduk di kursi itu. Setahuku hanya Arga yang boleh duduk di situ, itu adalah klaim seorang Arga Smith. Tapi entahlah kenapa sekarang jadi Sara yang mendudukinya. Arga duduk di samping Sara. Duduk diantara Sara dan Profesor Gamma.
Semua mata masih tertuju pada gadis itu sampai suara kekehan membuat semua orang berbalik menatap ke arah Prof Gamma.
"Aku hanya ingin melihat cara kerja seorang Clayer," katanya ringan
"Aku sama sekali belum bekerja apapun Prof," balas Sara pelan
"Baiklah langsung pada intinya saja. Jadi, Sara dan Joseph akan bergabung dalam misi tiga hari setelah hari ini," seru Prof
"Ada yang keberatan?" tanyanya saat ruangan hening setelah dia memberikan pernyataan yang membuat orang- orang di dalam ruangan itu tidak bisa mengatakan apapun.
Tara mengacungkan tangannya setelah mendengar pertanyaan Prof Gamma tadi. Prof Gamma memberi tatapan bertanya 'kenapa'
"Aku tidak suka dia," tangan yang tadi mengacung kini menunjuk Sara yang tengah menatapnya
Yang di tunjuk hanya duduk diam melihat Tara dengan tatapan, entahlah. Sulit di jelaskan. Sara ada di sebrang Tara dan aku di sebelah Tara. Ekspresi wajah Sara seakan susah di tebak. Sama sekali tidak terbaca dan tidak ada ekspresi. Sama seperti Tara. Hanya saja Sara sedikit lebih bisa di ajak bicara oleh orang- orang. Tidak seperti Tara.
Bahkan nama mereka pun hampir sama.
Dan sifatnya hampir seperti mereka bercermin.
Prof Gamma terkekeh menanggapi pernyataan Tara yang dengan beraninya menunjukkan rasa tidak sukanya pada seseorang. Benar- benar di luar dugaan.
"Kau akan menyukainya setelah kau mengetahui dia lebih dalam Nona Aderson."
Jadi rapat ini hanya membicarakan tentang bergabungnya Sara juga Joseph dalam misi. Aku juga tidak tau apa yang ada dalam pikiran prof Gamma sampai harus memasukkan Sara dan Joseph ke misi ini. Apalagi ini belum genap sebulan mereka disini.
Aku masih berpikir apakah Sara dan juga Joseph mampu? Biasanya anak baru seperti mereka hanyadi beri misi di dalam sekolah. Itu pun harus beberapa bulan setelah di terima di sini. Tidak langsung menerima misi yang cukup sulit di jalankan. Apalagi ini misi yang mengharuskan mereka keluar dari gedung sekolah ini.
Seberuntung apakah mereka?
Sehebat apakah mereka?
Sampai- sampai Profesor Gamma langsung menyerahkan tugas seperti ini pada mereka yang baru saja diterima bahkan belum tepat satu bulan.
Sudahlah. Lebih baik aku segera istirahat dan memulai hari esok.
Tapi aku ragu hari esok bisa aku jalani dengan baik.
Aku hanya akan tertidur di kasur dengan pijatan penuh di seuruh tubuhku mungkin.