Bapak datang dari arah pintu. Keluarga mertua seketika berdiri dan bersalaman dengan beliau. Bapak menyalami tanpa sikap ada ramah seperti sebelum-sebelumnya. Kuambil kursi plastik untuk duduk, karena sofa di ruang tamu tidak cukup. “Pak Rahman, apa kabar? Lama tidak berjumpa. Kenapa tidak pernah main-main ke rumah kami, Pak?” Bapak mertua bertanya dengan ramahnya. “Alhamdulillah, baik,” jawab bapak. “Tadinya, minggu besok saya akan ke sana. Ingin menengok Agam, barangkali sakit apa gitu. Sudah lama tidak berjumpa di rumah ini.” Bapak menatap tajam Mas Agam. “Ah, tidak sakit apa-apa, Pak. Hanya saja, Aira lagi manja banget sama Agam, jadi susah ditinggal.” Ibu mertua menyahut sambil tertawa kecil. Dikiranya lucu? Bapak sama sekali tidak tertarik untuk menertawakan. Beliau malah melirik

