Lauren membuka matanya dan menyadari tubuhnya terikat di kolam renang, dengan setengah tubuhnya yang sudah hampir tenggelam. Dia mencoba untuk berteriak dan menggerakkan tubuhnya. Namun sayangnya mulutnya tertutup rapat dengan lakban. Sementara tangan dan kakinya diborgol dan membuatnya tidak bisa bergerak. Perempuan itu menangis ketakutan. Yang ada dikepalanya ia berharap Fabian datang, sebelum seluruh tubuhnya tenggelam. Air perlahan semakin naik kelehernya, dia harus mendongakkan wajah agar tetap bisa bernapas. Dia benar-benar ketakutan dan merasa kalau ini adalah akhir dari hidupnya. Dia berusaha untuk mengingat bagaimana dia bisa di sini. Dia hanya mengingat, ia berjalan ke toilet restoran dan tiba-tiba saja seseorang membekapnya dari belakang. Dan dia melihat dengan jelas pria ti

