chapter 16

1152 Words

Liburan yang ia lakukan di Manhattan sangatlah menyenangkan. Pria yang tertidur di sisi kasurnya ini seakan memberikan dunia khayal untuknya. Dia memberikan semua yang diinginkan semua wanita. Tangan Lauren berjalan pada kening Fabian dan berjalan pada hidung mancungnya. Lalu turun pada bibirnya dan membelainya dengan jemari lentiknya. Bibir yang tidak pernah menyakitinya, bibir yang selalu menggodanya dan bibir yang selalu membuatnya memuaskannya.             “Kamu sengaja ingin menggodaku?” tanya Fabian. Lauren tersenyum dan menggigit bibirnya. Tangannya masih bermain dirahang pria itu dan membuat Fabian memeluknya lebih erat. Mata pria itu masih terpejam, tapi tidak dengan tangannya yang sudah membelai punggung Lauren dan berjalan ke bawah.             “Kamu bilang kamu sudah sangat l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD