Chapter 16

1683 Words

"Gimana keadaanmu, Allegra?" Suara dingin di tengah kebisuan itu memecah kesunyian semua orang yang baru menyelesaikan sarapannya. Spontan, mereka memusatkan atensinya pada si empunya nama. Menanti jawaban yang juga ingin mereka ketahui. "Baik, Opa," jawab Allegra singkat, tapi penuh hormat. Membuat desah lega terdengar dari beberapa orang di sana. "Lalu bagaimana dengan perempuan itu?" tanya pria tua itu lagi. Tak ada raut berarti yang ditunjukkan wajah keriputnya, selain wajah tenang dan datarnya. "Sudah diproses sama hukum. Besok Allegra akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan visum dan pemeriksaan." "Bagus. Perempuan muda itu memang harus diberi pelajaran. Berani sekali dia menyakiti cucu perempuan Danawangsa. Opa akan sewa pengacara terhebat untuk memperberat hukumannya." Ya, s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD