Berpura-pura terlihat bahagia memang sangat menyenangkan, karena dengan itu, Allegra bisa menutupi kerapuhannya dari semua orang yang menganggap dirinya baik-baik saja. Tidak! Allegra tidak pernah denial dengan perasaannya sendiri ketika menyaksikan Keenan yang berada di atas altar bersama wanita lain. Dia juga tidak pernah membohongi dirinya sendiri dan mendoktrin bahwa dia baik-baik saja. Allegra tidak seperti itu. Dia justru mengakui perasaannya. Dia sakit hati, sangat sakit hati atas pernikahan Keenan. Di sini dia hanya bermain peran untuk terlihat baik-baik saja di depan semua orang, Walau hatinya di dalam sana benar-benar telah hancur berkeping-keping. Namun tak bisa dipungkiri, Allegra juga manusia biasa yang memiliki rasa jenuh dan lelah atas kepura-puraannya. Tidak cukup pergol

