23

2059 Words

Fany menatap Ardhan dan Reagan yang sedang berbincang. Pandangan Fany beralih ke arah Darren yang baru saja masuk ke kawasan sekolah sambil memperhatikan Ardhan dan Reagan. Darren menatap Fany, ketika di tatap Fany menyunggingkan senyum sapaan untuk Darren. Darren membalas senyum Fany dengan ekspresi datar, ekspresi yang belum pernah ia tunjukkan kepada Fany sebelumnya. "Papa pergi ya." Fany yang sedang menatap Darren beralih menatap Ardhan. "Iya, Papa hati-hati." Ardhan mengacungkan jempol lalu pamit pergi. Ardhan menatap Darren yang sedang berdiri tidak jauh darinya. Darren juga menatap Ardhan kemudian kembali menatap Fany dan Reagan yang berdiri bersebelahan. Darren berjalan mendekati. "Oh, jadi cuma dia yang boleh deketin Lo?" Tanya Darren kepada Fany. "Pake pelet apa Lo sampe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD