“Sha ih! Ngapain malah bengong! Kamu hamil tau,” ucap Kinar sembari membereskan peralatan, sementara itu iparnya malah duduk dengan tatapan yang kosong. Marsha benar-benar tidak menduga hal ini dalam hidupnya. Punya anak dalam situasi seperti ini? Dengan pernikahan yang belum jelas? Tapi….. dengan kedekatan mereka bukankah seharusnya kesepakatan bodoh itu lenyap dengan sendirinya? Sungguh Marsha tidak bisa berfikiran jernih. Logikanya terasa tengah digulung oleh ombak, tidak jelas dan kini hanya menggunakan perasaan saja hingga dirinya jadi lebih sensitif sekali. Bahkan ketika Kinar menatapnya dalam, Marsha malah menghembuskan napas dan memalingkan wajah. “Sha, aku tahu pasti kamu masih mikirin Bang Kalandra kan? Dia bakalan baik baik aja loh, bakalan balik jadi milik kamu lagi.” “Eum

