Marina Bay Di sinilah Marsha menginap, di sebuah suite Marina Bay Sands yang dipesan Kalandra untuknya, dengan kamar luas dengan jendela kaca dari lantai ke langit-langit, sofa krem menghadap teluk, meja kerja berlapis kayu gelap, dan balkon tipis yang menyajikan bentangan laut, lampu kota, serta garis promenade yang berkilau ketika senja turun. Tak jauh dari sana, forum filantropi akan digelar besok, di gedung konferensi tepi pantai yang terpisah, menghadap air, sunyi dan tertutup, tempat keputusan-keputusan besar diambil jauh dari sorot kamera. Semuanya indah, bahkan terlalu indah, namun sayangnya pikiran Marsha tetap terpaku pada Septi yang kini telah tiada. “Kalau aja kamu tahu aku dapat undangan ini, kayaknya kamu bakalan ikut seneng deh, Septi. Belum lagi kamu pasti siapkan bebera

