Bertemu Aska

1083 Words
Hari ini aku pulang dari cafe menuju rumah Bu panda,rasanya ketakutan ku akan berujung penyesalan,kulihat mobil yang mewah di lengkapi fasilitas tv dan tempat duduk yang nyaman,sesampainya di rumahnya banyak scurity berjajar di barisan, bodyguard ada sekitar 20 orang telah menanti di pintu masuk rumah. "Selamat pagi nyonya panda"para Boby guard menyapa Bu panda serentak dengan nada khas mereka. "Pagi....Apa Aska sudah berangkat?"Bu panda menanyakan ke salah satu bodyguard nya. "Belum.... beliau masih sedang berolahraga nyonya" Lantas aku masuk bersama Bu panda ke rumahnya,ku lihat rumah itu sangat besar dan mewah..dalam hati,seperti lapangan golf....aku tersenyum kecil dan melihat kesana kemari,rumah besar tapi sepertinya tak berpenghuni. Kami berpacu dengan langkah menuju ruang olahraga. "Ehem....Aska...kamu sedang sibuk?"Bu panda menyapa laki-laki bernama Aska yang akan di nikahkan denganku. Dia sedang sibuk push up aku belum melihat wajahnya, jantungku rasanya berdegup kencang...hentah perasaan apa yang sedang menghampiriku, padahal kemarin aku bertemu dengan mas Pandora biasa saja. "Oma...anda di sini"Aska santun sekali Bu panda di berikan penghormatan Aska lekas berdiri menundukan kepala. "Aska...Oma mau kamu ikut Oma sekarang ke ruang rapat" "Baik Oma" Lantas kami mengikuti Bu panda ke ruangan rapat, tuan Aska tak sekalipun bertanya tentangku siapa dan ada urusan apa di bawa kesini, dia laki-laki yang terlihat dingin dan misterius. Sesampainya ruang rapat aku di suruh duduk di sofa sedangkan Bu panda duduk di kursi yang di depannya ada bidang meja yang sangat besar tuan Aska duduk di sebelahnya, aku tak tau apa yang sedang mereka bahas, karena aku terlalu jauh duduk di sudut ruangan yang begitu besar. Aku melihat tuan Aska sedang menanda tangani berkas yang memang sudah dibawa sejak tadi oleh Bu panda, dan aku terkejut saat tuan Aska menarik tanganku tanpa permisi dan membawaku ke luar ruang rapat dan berjalan menuju lantai dua dengan langkah yang sederhana tapi membuatku ketakutan. Aku di bawa masuk ke sebuah kamar yang benar-benar luas,mewah dan tak pernah aku bayangkan. "Duduklah"tuan Aska menyuruhku duduk,rasanya kakiku benar-benar lemas. Aku hanya menyimak dengan mencoba untuk tetap tenang. "Aku sudah menandatangani pemintaan Oma untuk menikah denganmu selama 6 bulan,kamu hanya perlu menurut,jangan banyak bicara,tingkah dan satu hal lagi jangan buat aku marah apapun itu,faham!"dia memandangku penuh dengan ambisi. "Faham"aku menundukan kepalaku. "Baik...sekarang aku akan ikut denganmu ke tempat di mana kamu tinggal"aku terkejut dengan perkataanya,menelan ludah dan melihatnya penuh tanya. Tik tik dia menjentikkan tangan untuk menyudahi lamunanku. "Kenapa masih duduk, ayoo!!" "I...iya tuan baik....maaf" Aku berlari kecil mengejar langkahnya yang cepat dan membuatku lelah, sepanjang perjalanan aku berfikir dan terus berandai-andai apa yang akan terjadi di hidupku selama 6 bulan....ketakutan, ketegangan,dan penderitaan ataukah sebaliknya, karena melihat tuan Aska saja aku takut apa lagi tinggal serumah dan sekamar. "Turun!"dia menyuruhku turun di gang tempat aku kost. aku turun dan bernafas lega,setidaknya dia hanya mengantarku untuk pulang tapi ternyata dia ikut turun. Dia mengikutiku dari belakang dan aku tetap mencoba tenang,sesampainya di depan kostku aku bertemu ibu kost. "Neng....Kanaya?" "Iya Bu..," "Ehem...maaf bu....saya Aska, calon suami Kanaya dan kami kesini untuk mengambil barang Kanaya"aku terkejut mendengar pernyataannya, tuan Aska mengulurkan tangannya,dia begitu ramah sekali senyumnya menawan. "Oh....mas Aska calon suami neng Kanaya?saya terkejut sekali mas...soalnya neng Kanaya baru kemarin kost disini"ibu kost begitu antusias. "Neng Kanaya....maaf ibu gak bisa mengembalikan uang kost sepenuhnya jadi uangnya hanya 600 RB yang bisa saya kembalikan" "T.."aku langsung membungkam mulut tuan Aska dan mengiyakan maksud ibu kost. "Hem...iya Bu tak apa...saya permisi ambil barang dan nanti saya akan ke rumah ibu ya..." "Baik...permisi saya tunggu neng ya"Bu kost langsung masuk rumahnya. Aku lupa kalau sedang di tatap jahat oleh tuan Aska, saat aku masuk kost dia tiba-tiba menyerangku, menutup pintu dan di hempaskan nya diriku ke tempat tidur yang sebenarnya tak seempuk kapas. "Ah...." "Kenapa kamu lupa dengan apa yang kamu dengar di rumah tadi hah! jangan sembarang dan jangan buat aku marah!"dia memandangku penuh amarah wajahnya merah yang begitu dekat dengan wajahku hanya terhalang batas 5 Senti. Dengan sekuat tenaga aku mendorongnya untuk duduk. "Dengar tuan Aska,saya buka robot,boneka,ataupun pembantu!saya tau batasan untuk baik buruknya setelah anda dan saya menikah! mungkin bagi anda uang 600rb adalah butiran pasir,bagi saya berharga sekali karena saya cuma orang miskin"aku menjelaskan dan berdiri mengemasi semua barang-barang. "Oke...kamu boleh berbuat sesukamu, sekali lagi jangan melebihi batasan mu untuk tetap menghormati keputusanku! cepat bereskan barangmu.... aku tak punya waktu harus segera ke kantor!" dia lantas keluar kamar kostku dengan mendengus sebal. Benar-benar....aku akan hidup penuh dengan penderitaan ini kalau melihat caranya bersikap kasar,batinku. Setelah selesai mengemasi barang, beberapa pengawal membawa barang ku ke mobil, aku temui ibu kost untuk pamit. Aku lantas pergi dari tempat kostku dan memasuki mobil tuan Aska. "Barang-barang mu tak akan berguna di rumah TOPAN WIDITA....kamu boleh masuk dengan tangan kosong!"kata tuan Aska tegas. "Bagaimana bisa....pakaian ini,dan barang perlengkapan saya pribadi,masak,dan handpone mau di kemanakan tuan?" "Buang atau sumbangkan"singkat. Aku mendengus sebal, bisa banget manusia rubah ini enteng bilang seperti itu, tapi kalau aku gak mau bisa-bisa sebelum 6 bulan hilang semua cita-cita ku. "Pak...antarkan saya ke pasar loak daerah sini bisa pak?"aku bertanya kepada supir. "Baik nona" "Eh....kamu mau buat aku telat ke kantor!" "Siapa bilang....tuan bisa ke kantor sekarang, nanti saya akan kembali...jangan banyak berdebat tuan,"aku turun dari mobil membawa barang-barang ku Sepertinya dia tidak terima lalu turun dan menarik ku kembali ke mobil. "Apa lagi tuan?"dia menarikku dengan kasar. "Gini....biar para pengawal yang jual semua barang itu!" "Tuan...silahkan anda kekantor...saya ingin jual sendiri"aku tetap memaksa apa yang aku mau. BRAK hantaman itu sangat keras dia lakukan kepada pintu mobil,aku lihat darah keluar dari tangannya yang dia kepalkan. "Maaf nona.... sepertinya tuan sangat marah,menurut lah.... jika tidak dia akan berbuat hal buruk kepada anda"bisik seorang pengawal yang terlihat cemas. "Baik...baik...pak ini semua barang-barang saya jual dan tolong di sumbangkan uangnya pak sekalian ini uang 600rb tadi"aku sebenarnya berat memberikan semua barang yang hentah kapan aku bisa memilikinya. Lantas tuan Aska masuk mobil dengan penuh amarah,aku terpaksa menurutinya karena aku juga takut dia semakin kasar kepadaku.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD