Kontrak Mengejutkan

1035 Words
"Selamat pagi,mbak saya sudah sampai apakah cafenya sudah mau buka?"aku terengah-engah takut terlambat untuk hari pertama kerja. "Duduklah dulu....kita buka pukul 08.45 kamu terlalu cepat sampai di sini,nih minum dulu"rekan kerjaku sangat baik sekali,menawari aku minum karena aku lelah berlari. "Apa supervisor sudah datang mbak?" "Sudah....beliau pukul 07,00 selalu datang tepat waktu" "Saya bantu bersih-bersih mbak....biar cepat selesai" "Jangan....ini bukan jadwal kamu.... kalau kamu masih Minggu depan mulai piket dan kalau piket kamu harus datang pukul 07,00 disini" "Oh...iya, baiklah...kenapa tidak mau saya bantu mbak...kan pekerjaan menjadi ringan kalau di kerjakan bersama" "Hem....lihatlah peraturan di pintu office nanti kamu akan tau semuanya mbak, jangan lupa ikuti semua detailnya ya...biar kamu tak melakukan kesalahan, karena jika kamu sekali saja melakukan kesalahan kamu akan di incar jadi berhati-hatilah"rekan kerjaku berbisik. Aku lantas beranjak dari dudukku letakan tasku di loker dan melihat peraturan cafe. BRAK.... Aku terjatuh karena terdorong oleh seseorang, dia berada tepat di atasku memandang penuh tajam,tanganya ada di bawah kepalaku. "Ah...maaf...aku tak sengaja menjatuhkan mu"dia bangkit dari atasku dan mengulurkan tanganya ke arahku. "Hem..."Tanpa kata banyak aku lantas bangun sendiri tanpa menyambut tangan dia. "Anda yang kemarin masuk kamar kost saya kan!"aku terkejut mengingat laki-laki itu. "as....sut....jangan berisik"dia menutup mulutku dengan telapak tanganya,menyeret ku keluar cafe. "Ah...lepaskan saya....masnya ini kenapa sih?"aku sebal karena selalu bertemu dengan laki-laki itu,yang kiranya akan membuat pekerjaanku berantakan. "Heh...kamu tau gak, aku cucu pemilik cafe ini, dan satu hal lagi....aku selalu sial kalau ketemu kamu....jadi sana pergi dan jangan kembali lagi" Aku terkejut sekaligus marah,ku injakan kakiku ke kakinya yang mentang-mentang dan melototiku. "Gila ya kamu!nih kaki nih...sengaja banget sih"dia marah. Aku tak menghiraukan dia lantas tetap masuk, dan dia tidak ada hak untuk menghakimiku memecat ku seenaknya,yang berhak memecat ku adalah nenek yang memang menjadi supervisor di cafe ini. Aku melangkahkan kaki ke cafe, laki-laki itu sepertinya mengadu kepada supervisor...aku harus siap dan berani karena aku tidak pernah merugikan laki-laki itu,aku bisa saja menceritakan kejadian kemarin. "Mbak Kanaya...kamu di panggil sama supervisor!" ah...aku sudah menduga pasti laki-laki angkuh itu membuatku buruk di mata neneknya. Aku masuk keruangan supervisor. Klek "Selamat pagi Bu..." "Iya silahkan duduk,saya ingin membicarakan sesuatu sama kamu, kamu kenal cucu saya Pandora?"Aku tegang...tapi aku harus berani. "Maaf Bu....saya tidak mengenal beliau hanya saja saya pernah bertemu, beliau kemarin di pukuli oleh para preman dan sembunyi di kamar kost saya, hingga saya antarkan beliau pulang dari gang karena takut para preman masih mencarinya" "Preman? heh...kamu benar-benar di kejar preman?"Bu panda supervisor ku marah kepada cucunya,sambil memukul punggung cucunya. "Maaf Oma....Pando terpaksa, Oma tau dia tuh jahat banget...masak iya ada orang sedang kesusahan bukanya di tolongin malah di usir dari kostnya"dia bisa-bisanya ngeles dasar orang tidak tau diri bikin drama lagi. "Maaf Bu... sepertinya mas Pandora terlalu berlebihan, andaikan tidak saya tolong dan antarkan ke depan gang mungkin beliau akan di gebukin dan di ketemukan sama para preman"aku membela diri dengan berkata yang sejujurnya. "Sudah.....Pandora, kamu memang selalu membuat onar di mana-mana, jangan suka pamer kekayaan....kalau kamu sudah bisa membuktikan kamu bisa menjalankan bisnis dengan baik,pasti akan aku biarkan kamu meneruskan bisnis ayahmu." "Iya....iya....kan sekarang Pandora sudah di sini Oma...sepagi ini kan jadi Pandora niat banget pengen bantuin Oma"Pandora merayu neneknya dengan senyum penuh arti. Tak habis pikir ada orang sekaya itu kelakuanya minus. "Oh ya Kanaya, ini surat perjanjian kerja, anda akan saya kontrak selama satu tahun kerja di rumah saya, menjadi asisten saya"aku terkejut dengan keputusan Bu panda. "Maaf Bu...saya kan harus bekerja disini?"aku gemetar ketakutan, semoga ini bukan menjadikanku semakin sial harus bertemu banyak orang di keluarga Bu panda yang di lihat dari cucunya saja sudah angkuh. "Kanaya....dari pada kamu menjadi pramuniaga, lebih bijak lagi menjadi asisten saya, untuk penggantimu, biar Pandora yang mengerjakan pekerjaan sebagai pramuniaga di sini"Bu panda melihat serius ke Pandora. "Apa!Oma...kenapa Pandora jadi pramusaji,Pandora malah di gantikan sama wanita ini dia kan orang lain kok malah di jadikan asisten sih!"Pandora marah. "Sudah....kamu harus belajar mulai dari 0 Pandora!" dia tidak bisa berkutik dengan kata-kata neneknya. Lantas aku meminta waktu 10 menit untuk membaca lembaran kertas kontrak, ada 5 point'' penting: 1. Tinggal di keluarga TOPAN WIDITA 2. Jam kerja 08.00-17.00 Di cafe 3. Bersedia mengikuti peraturan selama 1 tahun 4. Dalam setahun, harus Mau menikah kontrak dengan Tuan Aska widita, Cucu pertama keluarga topan widita. 5.Cukup 6 bulan saja menjadi istrinya dan kami terima semua syarat yang di ajukan. Aku begitu terkejut dengan adanya teken kontrak menikah dengan seseorang yang aku saja tidak tau dia. "Maaf Bu panda, semua ini sebenarnya menjadi ketakutan saya kedepan, kenapa ada sebuah perjanjian menikah?" "Begini Kanaya, suami saya sedang ada di rumah sakit, sudah 1 bulan ini....saya ingin cucu saya segera menikah, sayangnya dia tidak punya pacar ataupun teman dekat perempuan, dia mengatakan kalau terserah saya saja untuk mencari wanita hanya selama 6 bulan kedepan, karena perusahaan bisa jatuh ke tangan samudra cucu dari anak tiri saya, ibunya adalah maduku." Bu panda sedih dan meneteskan air mata, mungkin dia ingin semua aset yang ada hanya untuk dirinya dan anak cucunya,sedangkan para istri sirih pak topan tidak berhak mendapatkan warisan kalau Bu panda bisa mewujudkan keinginan pak topan. "Aduh...saya kok jadi takut melanggar kontrak ya Bu,"aku binggung dan berfikir keras, disisi lain ingin sekali menolong Bu panda. "Saya tau latarbelakang mu Kanaya,saya bisa mewujudkan keinginanmu kuliah fan mendapatkan gelar kedokteran, akan saya biyaya i sampai lulus dan tenang saja biyaya hidupmu akan saya jamin 100%." "Benarkah.....Bu?"aku terkejut. "Benar, silahkan kamu tulis di sana....dan saya siap tanda tangan juga" Tanpa basa basi lagi aku menandatangani surat itu,terlebih lagi iming-iming bisa mewujudkan cita-cita,aku tak muluk-muluk kalaupun memang menikah hanya dalam kurun waktu 6 bulan aku tidak hamil, pernihakan itu akan berakhir.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD