BRAK... Woi...Woi...berhenti!
Buk...buk...buk...
"Ash....gila ya... orang-orang tak tau diri, sudah tau jalannya sempit...malah kejar-kejaran di sini!"Aku emosi,karena nasi yang aku beli hampir berantakan, ku bersihkan badanku dari tanah akibat terjatuh karena di tabrak.
Sesampainya di kost aku di kejutkan seorang laki-laki sedang bersembunyi di balik tumpukan kardus dekat rumah pemilik kost.
"Anda sedang apa?"aku curiga dan mendatangi dia.
"Sutt....jangan berisik...!"mengusir ku untuk tidak mengganggunya.
"Hu..."aku bergeming dan meninggalkan laki-laki itu,dan masuk ke kamar kost.
Tok...Tok...Tok
"Iya sebentar"ku buka pintu laki-laki itu menyerobot masuk ke dalam kamar.
"Heh.... apa-apaan ini, anda siapa? ini kost putri mas...cepet keluar dari kamar saya... ibu kost nanti akan marah!"aku memukul laki-laki itu dengan handuk yang aku pegang.
"Stop...stop...plis...jangan pukul aku terus, tolong biarkan aku disini sebentar saja...gila aku hampir mati tau gak"kata laki-laki itu dengan nafas tersengal dan memburu.
"Keluar sekarang juga!"ku tinggikan suaraku,mulutku di bekap dengan telapak tangannya.
Diluar sepertinya ada suara gaduh mencari seseorang.
Plak...
Ku tampel tangan laki-laki itu dan ku hempaskan hingga dia terjatuh.
Buk...
"AGH...heh nona... jahat amat sih"Dia mengerutu sambil mengosok pundaknya karena terbentur tembok.
"Sepertinya sudah aman, silahkan keluar dari kamar saya, dan satu lagi...jangan membuat masalah lagi di luar sini,"aku melotot sambil memarahi dia.
"Iya...iya...serius nih sudah gak ada preman-preman itu"Dia membuka pintu mengintip keluar.
Aku sudah tidak tahan dengan dia yang akan menimbulkan masalah untukku ihs
"Ini aku ada uang gak banyak sih,biarin aku tinggal disini...please nona, nyawaku sedang terancam, ku mohon"Dia berlutut memohon untuk tinggal di kamar kost ku, dengan wajah yang memelas dan penuh luka.
"Duh...mas...bukan apa-apa ya...ini tuh kost putri,kami gak boleh membawa laki-laki tinggal di kamar kami jangankan tinggal ,bertamu saja gak boleh"aku mondar mandir binggung.
"Kalau begitu tolong pesankan aku taxi dan antarkan aku ke depan gang, plis nona...aku sedang ketakutan"memeluk kakiku.
Bisa bisanya manusia ini gak punya harga diri, laki-laki pengecut.
"Ya sudahlah...ah...iya...iya, lepasin tangan anda dari kaki saya!"aku sepontan menendangnya kecil.
Saat itu juga aku keluar dari kamar mengendap-endap seperti pencuri yang takut ketahuan hanya demi menolong seseorang yang tidak aku kenal.
Berpacu dengan langkah kami, bersyukur telah sampai di gang dan dia sudah bisa pulang,aku lega sekali masalahku sudah bisa terselesaikan.
"Huft....lantas ini mobil siapa?bukanya dia tadi sepertinya yang keluar dari mobil ini!"aku melihat kedalam mobil melalui kaca tak satu pun ada orang di dalamnya.
Terlihat ada mobil derek datang.
DREK.... Tit...Tit...Tit...
Aku kembali ke kost ku, rasa lapar menderaku, saat aku membuka pintu terkejut banyaknya uang berserakan ku pungut semua jika di total sekitar 3juta lebih.
"Ya tuhan...ini banyak sekali, uang laki-laki tadi"aku kikuk dan harus apa dengan uang itu,bagaimana caranya aku bisa bertemu denganya.
Ku mulai makan sambil mendengar suara Krik...Krik di luar kamarku,perasaan ku disini adalah kota kenapa seperti di desa,oh ya karena ada Empang dekat kost ini.
Selesai makan ku bayangkan,aku tak punya kompor,gas,ataupun tv yang bisa ku tonton, handpone yang hanya bisa melihat pesan,telpon dan sosial media saja, tak sanggup ku membeli handpone yang lebih mumpuni.
"Aku harus semangat" ku setel jam weker di handpone pukul 05,00 dan aku mulai menghitung domba di imajinasiku, tak terasa aku mulai mengantuk.
Hari pertama kerja
Pagi ini aku bangun tepat pukul 05,00 memulai aktivitas ku dengan mandi dan mencari toko yang sudah buka, melangkahkan kaki ke sekitar tempat kost ku, suasana sudah ramai lalu lalang motor dan beberapa ibu-ibu yang memang sibuk membersihkan rumah (ibu rumah tangga)
"Neng...mau kemana?"sapa tetangga ku sebrang jalan kost ku.
"Maaf Bu...apa di dekat sini ada warung buka?"
"Ada sih tapi agak jauh di sebelah kanan dari gang masuk kampung ini"terang ibu itu dengan ramah.
"Terimakasih Bu informasi...saya permisi dulu"aku lantas bergegas, karena tak mungkin aku berjalan pelan karena waktu sudah hampir siang.
Ku telusuri sesuai petunjuk arahan tetanggaku tadi akhirnya aku menemukan toko yang di maksud, toko ini menjual semua perlengkapan sehari, hari tak lupa perabotan yang lumayan murah.
"Permisi Bu...mau tanya dulu,kompor satu tungku ini sampai berapa?"aku menanyakan harga kompor yang terbilang tanpa merek dagang yang terkenal.
"Murah neng... 125 rb aja"jawaban ibu pemilik toko yang agak judes.
"He...iya Bu...terimakasih, saya beli telor saja 1/2 kg sama beras 1 kg, sikat gigi, sikat cuci,pasta gigi, sabun mandi,sabun cuci piring dan baju, piring plastik 3, mangkok plastik 3 ,gelas plastik 3 sama tepak makan 1, baskom ukuran sedang 3 berapa Bu semuanya"ibu pemilik toko begitu serius menghitung.
"115rb semua neng..."
"Iya ini Bu uangnya"Aku membayar tanpa basa basi lagi,karena pemilik warung mukanya garang.
Selesai membayar keperluan rumah tangga,aku kembali ke kost sudah pukul 6,15 pagi, ku persiapkan memasak nasi dan menaruh telor di penanak nasi,listriknya bisa di pakai sendiri sebebas mungkin tapi hanya 450 W karena tiap kamar ada meteran.
"Tinggal beli kompor,panci buat rebus,sama apa lagi ya....?"aku menunggu nasi matang beserta telurnya,dengan melihat pesan dari teman-teman sejawat ku SMA, mereka selalu memberikanku support, bisa di bilang aku lumayan pintar saat sekolah hingga tak pernah membayar uang SPP.
Nasi sudah matang,aku makan dengan telur yang aku rebus di dalam penanak nasi bersamaan dengan nasi,beberapa ku letakan di tepak makan dan sisanya ku biarkan untuk nanti sore saat aku pulang kerja.
Pukul 07.00 aku bersiap berangkat kerja.
Buk...buk...buk
Aku berlari...mengejar bis yang lewat di depan gang ku berharap hari ini tidak terlambat bekerja, aku sudah rapi dengan warna pakaian putih dan hitam.
"Berhenti pir..."aku turun dan membayar uang traspot kepada kenek bis dan mulai turun.
"Hah....sudah hampir jam buka"aku berlari sekuat tenaga berharap tidak datang terlambat untuk bekerja hari ini